Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Timotius 3:3 Tafsiran ayat Alkitab
1 Timotius 3:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
bukannya pemabuk atau orang perkelahian, melainkan orang yang lembut hati, bukannya orang yang berbantah-bantah, dan bukannya orang ingin akan uang;
1 Timotius 3:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Timotius 3:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Titus 1:7 (IDN) »
Karena seorang gembala sidang itu sebagaimana wakil Allah tiada harus bercela; jangan ia beraja di hati, jangan lekas marah, jangan menjadi pemabuk atau orang perkelahian, jangan mencari laba yang keji;

Titus 3:2 (IDN) »
jangan mengumpat orang, jangan berbantah-bantah, melainkan hendaklah manis lakunya, serta menunjukkan hati yang sehabis-habis lembut kepada orang sekalian;

Yesaya 28:7 (IDN) »
Tetapi ini juga sesat dalam air anggur dan berpusing-pusing dalam minuman yang keras, jikalau imam dan nabi sekalipun sesat dalam minuman keras, mereka itu sekalian teracap oleh air anggur, mereka itu berpusing-pusing oleh minuman yang keras, mereka itu sesat dalam khayal, mereka itu terhuyung-huyung dalam pehukuman.
1 Timotius 3:3 (IDN) — Ringkasan dan Renungan
Pasal ini adalah bagian dari petunjuk Paulus kepada pemimpin jemaat mengenai sifat-sifat yang layak dimiliki oleh penilik rumah tangga gereja. Dalam konteks penunjukan biarawan atau penilik jemaat, Paulus menekankan sikap pribadi yang membedakan orang yang layak dipakai Allah dari mereka yang hurufnya tidak patut. Ayat ini menggarisbawahi enam sifat utama yang dihindari: pemabuk, suka bertengkar, suka membantah, dan tamak uang. Sesudah itu, Paulus menyoroti sifat-sifat positif yang seharusnya dimiliki: lemah lembut, kemampuan mengatur diri, dan tidak bersikap bernafsu akan kekayaan. Tujuan akhirnya adalah agar pemimpin gereja meneladani Kristus dalam perilaku, menjaga damai jemaat, dan menempatkan kepentingan Injil di atas kepentingan pribadi.
Inti makna ayat
Ayat ini menekankan bahwa karakter pribadi lebih penting daripada penampilan luar atau kemampuan administrasi semata. Seorang penilik jemaat mesti menahan diri dari kecenderungan yang merusak keharmonisan komunitas, seperti pergaulan yang berlebihan dengan minuman keras, kecenderungan berkelahi, dan kepentingan diri sendiri melalui uang. Keteduhan hati, kelembutan, dan kendali diri menjadi ukurannya, sehingga jemaat dapat melihat Kristus melalui teladan pemimpin mereka.
Ada dua hingga tiga tema utama
Cross-references singkat
- Titus 1:7-8: Keteladanan pribadi seorang penatua terkait kendali diri, kasih, dan perkataan yang tidak membenarkan diri sendiri.
- Proverbi 16:32: Lebih baik menahan diri daripada menjadi pangeran yang cepat marah; kehendak hati yang tenang lebih kuat dari kekuatan fisik.
- Ibrani 13:18: Doakan kami karena kami tidak bebas dari cela, melainkan bersih dalam hati dan perbuatan kami.
Refleksi praktis
Dalam hidup gereja modern, sifat-sifat ini menantang kita semua. Bagi pemimpin, penting untuk selalu meminta pertolongan Roh Kudus agar tidak menjadi hakim atas diri sendiri atau mengejar popularitas melalui sengketa. Bagi jemaat, mari kita menghargai tokoh-tokoh yang menampilkan kelembutan, kendali diri, dan keikhlasan dalam pelayanan, serta menghindari penggambaran gereja sebagai komunitas yang menambah beban karena pertengkaran atau pemborosan uang.
Pengamatan dari para commentar publik domain
Para komentator seperti Matthew Henry dan Adam Clarke menekankan bahwa sifat-sifat yang disebutkan di ayat ini menekankan kebijaksanaan rohani dan kasih kepada jemaat. Henry menyoroti bahwa seorang pemimpin gereja mesti memiliki kendali diri dan kemampuan mengelola rumah tangga rohani secara tenang; Clarke menegaskan bahwa kecenderungan terhadap minuman keras atau perdebatan berlebihan mengunggulkan sifat-sifat duniawi yang bertentangan dengan teladan Kristus. Ringkasnya, karakter rohani yang stabil adalah dinding pertahanan bagi jemaat terhadap pengaruh dunia dan godaan mengejar kekuasaan atau kekayaan.
Penutup singkat
Ayah kebajikan yang diinginkan di dalam 1 Timotius 3:3 adalah gambaran pemimpin gereja yang tidak hanya memenuhi tugas administratif, tetapi juga hidup dalam kasih, kelembutan, dan kendali diri—sebuah teladan yang mengarahkan jemaat kepada Kristus dalam damai dan integritas.