Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Timotius 3:8 Tafsiran ayat Alkitab
1 Timotius 3:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikian juga hendaklah segala pembela sidang itu menaruh sopan, jangan lidah bercabang, jangan ditawan oleh anggur, jangan mencari laba yang keji;
1 Timotius 3:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Timotius 3:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Filipi 1:1 (IDN) »
Daripada Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada segala orang suci di dalam Kristus Yesus di negeri Pilipi, serta dengan segala pemimpin dan pembela sidang,

Kisah Para Rasul 6:3 (IDN) »
Sebab itu, hai Saudara sekalian, pilihlah di antara kamu tujuh orang yang terpuji dan penuh dengan Rohulkudus dan hikmat, yang dapat kami wakilkan atas pekerjaan ini.

Imamat 10:9 (IDN) »
Baik air anggur baik minuman yang keras, jangan diminum olehmu atau oleh anak-anakmupun sertamu, apabila kamu masuk ke dalam kemah perhimpunan, supaya jangan kamu mati dibunuh; maka inilah suatu hukum yang kekal di antara kamu turun-temurun,
Mengapa ayat ini penting
1 Timotius 3:8 menyoroti standar perilaku bagi pembela sidang—para diakon yang melayani gereja. Ayat ini menegaskan bahwa kualitas karakter lebih penting daripada kemampuan administrasi semata. Dalam masyarakat pertama gereja, diakon adalah teladan bagi jemaat dalam hidup saleh, sehingga kontrak tindakan mereka mencerminkan integritas jemaat secara luas. Pesan ini relevan bagi gereja masa kini: panggilan pelayanan tidak boleh melampaui kendali diri dan komitmen pada kebenaran serta hikmat dalam bergaul.
Apa makna asli dalam konteksnya
Ayat ini muncul dalam surat Paulus kepada Timotius yang memberi pedoman tentang kualifikasi pemimpin gereja. Diakon, sebagai pelayan yang membantu fasilitas jemaat, harus menunjukkan sopan santun, lidah yang tidak bercabang (tidak ragu-ragu atau haluan ganda dalam ajaran dan tindakan), tidak tunduk pada anggur (dan kemabukan yang merusak), serta tidak mengejar laba yang keji (mencari keuntungan tidak jujur). Ini menegaskan bahwa reputasi spiritual dan integritas pribadi adalah pondasi pelayanan publik.
Beberapa tema sejalan dengan ayat ini muncul di bagian lain Kitab Suci:
Beberapa rujukan yang membantu memperluas pemahaman:
Paulus menempatkan prosedur moral pada tingkat yang sama dengan kompetensi. Pelayanan gereja tidak hanya soal tugas teknis, melainkan karakter yang terlihat dalam tutur kata, kendali diri, dan motif hati. Diakon yang sopan, konsisten, tidak mudah terperangkap hal-hal duniawi, menjadi teladan bagi jemaat dalam menghadapi godaan dan tekanan. Ketekunan dalam menjaga reputasi rohani menguatkan kesaksian jemaat secara keseluruhan dan memuliakan Kristus melalui cara hidup sehari-hari.
Catatan singkat: kutipan langsung dari tokoh-tokoh tafsir terkenal tidak diperlukan dalam kutipan penuh untuk bagian ini; namun arah interpretatif mereka menegaskan pentingnya integritas pribadi dan kehendak Tuhan sebagai bagian inti dari pelayanan.