Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiTitus 1:7 Tafsiran ayat Alkitab
Titus 1:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena seorang gembala sidang itu sebagaimana wakil Allah tiada harus bercela; jangan ia beraja di hati, jangan lekas marah, jangan menjadi pemabuk atau orang perkelahian, jangan mencari laba yang keji;
Titus 1:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Titus 1:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Petrus 2:10 (IDN) »
istimewa pula orang-orang yang melakukan dirinya menurut tabiat duniawi, di dalam hawa nafsu yang najis, dan menghinakan segala kuasa. Mereka itu berani dan beraja di hati, dan tiada gentar mengumpat segala yang mulia-mulia,

Efesus 5:18 (IDN) »
Jangan kamu mabuk anggur, hal itu mendatangkan percabulan, melainkan hendaklah kamu penuh dengan Roh,

1 Petrus 5:2 (IDN) »
Gembalakanlah kawan domba Allah yang ada di antaramu, jangan sebab terpaksa, melainkan dengan sesuka hati menurut kehendak Allah; dan jangan sebab hendak beroleh laba yang keji, melainkan dengan sebulat-bulat hati;
Titus 1:7 (IDN) — Makna inti
Makna ayat ini menegaskan syarat moral dan karakter yang layak bagi seorang gembala sidang: jabatan kepemimpinan gereja tidak boleh dipandang sebagai peluang untuk kesombongan atau tindakan yang merusak. Seorang gembala harus hidup dengan integritas, menghindari kebiasaan yang merusak reputasi pelayanan, dan menempatkan kepatuhan kepada Tuhan di atas laba duniawi.
Latar belakang konteks
Surat Titus ditulis oleh Rasul Paulus untuk membentuk jemaat di pulau Kreta. Paulus menekankan penempatan pemimpin yang memiliki kualitas hidup yang sejalan dengan ajaran Kristus agar gereja dapat berkembang secara sehat. Ayat ini secara khusus membatasi perilaku gembala agar tidak mencemarkan misi injil melalui tindakan yang tampak bercela atau mengejar keuntungan keji.
Observasi penafsiran
Bagian tegas dalam pandangan para komentator terdahulu
Para penafsir purba menekankan bahwa standar ini bukan sekadar etika pribadi, tetapi landasan kredibilitas misi gereja. Mereka menilai bahwa perilaku pemimpin yang tidak konsisten akan melemahkan pemberitaan Injil. Kutipan singkat dari para komentator terdahulu menunjukkan bahwa integritas pribadi menjadi pintu masuk bagi pemulihan iman jemaat dan otoritas pengajaran.
Garis besar tema
Rujukan silang yang relevan
- 1 Tim 3:2-3: standar karakter bagi penilik jemaat, menyoroti perlunya hidup tanpa cela dan kendali diri. (Penekanan pada rekam jejak hidup yang patut dicontoh.)
- 1 Pet 5:2-3: dorongan agar gembala melayani dengan kerendahan hati, tidak memanfaatkan kekuasaan untuk menindas domba.
- 2 Kor 8:20-21: kehati-hatian dalam mengelola laba dan reputasi, demi kemuliaan Kristus di tengah jemaat.
Inti praktis untuk hari ini
Ringkasan
Ayat ini menata syarat karakter pemimpin gereja: tidak bercela, tidak berkhianat pada kendali diri, tidak digerakkan oleh amarah, minat pada laba keji. Pemimpin yang demikian menjadi teladan bagi jemaat dan memperkuat kesaksian gereja terhadap injil Kristus. Sebagaimana dinasbakti seorang gembala merefleksikan wawasan rohani, demikian pula hidupnya harus menyelaraskan tutur kata, tindakan, dan tujuan dengan kehendak Allah.
Catatan singkat: Frasa-frasa kunci dalam terjemahan IDN menegaskan standar tinggi bagi gembala sidang, sehingga tugas kepemimpinan menuntut roh yang rendah hati, kendali diri, serta komitmen pada integritas sejak sejak awal pelayanan.