Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Petrus 5:2 Tafsiran ayat Alkitab
1 Petrus 5:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Gembalakanlah kawan domba Allah yang ada di antaramu, jangan sebab terpaksa, melainkan dengan sesuka hati menurut kehendak Allah; dan jangan sebab hendak beroleh laba yang keji, melainkan dengan sebulat-bulat hati;
1 Petrus 5:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Petrus 5:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Timotius 3:8 (IDN) »
Demikian juga hendaklah segala pembela sidang itu menaruh sopan, jangan lidah bercabang, jangan ditawan oleh anggur, jangan mencari laba yang keji;

Kisah Para Rasul 20:26 (IDN) »
Oleh sebab itu pada hari ini aku menyatakan kepada kamu, bahwa aku lepas daripada darah sekalian orang.

Titus 1:7 (IDN) »
Karena seorang gembala sidang itu sebagaimana wakil Allah tiada harus bercela; jangan ia beraja di hati, jangan lekas marah, jangan menjadi pemabuk atau orang perkelahian, jangan mencari laba yang keji;
Pengantar: Memimpin dengan Gembira dan Tulus
Inti dari 1 Petrus 5:2 adalah seruan Petrus kepada penatua jemaat untuk melayani sebagai gembala yang rela, menjaga tanggung jawab rohani dengan integritas, tanpa memanfaatkan posisi untuk keuntungan pribadi. Gembalakanlah kawanan domba Allah di antaramu — bukan karena paksaan, melainkan kehendak Allah; bukan untuk keuntungan yang busuk, melainkan sepenuh hati sepanjang hidup untuk Allah. Ayat ini menekankan motivasi profesional rohani yang bersumber pada hubungan dengan Tuhan, bukan kepentingan pribadi.
Konteks sastra dan fokus teologis
Ayat ini berada dalam bagian surat Petrus yang membingkai kepemimpinan jemaat sebagai bentuk pelayanan. Kata “gembalakanlah” (penyampaian kuno bagi tugas penggembalaan) menunjukkan peran yang mirip dengan pemeliharaan, bimbingan, dan pengorbanan. Kegembiraan dalam tugas rohani adalah bagian inti: pelayanan yang lahir dari kemurahan hati Allah, bukan jalur karier atau gengsi.
Konteks teologis dan etika pelayanan
Motivasi rohani yang benar tidak mengambil keuntungan yang keji atau motif laba yang tidak suci. Pelayanan yang sehat menegaskan integritas: tidak memanfaatkan kedudukan untuk eksploitasi, tidak menipu diri sendiri atau orang percaya lain demi keuntungan pribadi. Allah memanggil gembala untuk menilai tugasnya menurut kehendak-Nya, menaruh hati kepada jemaat sebagai kawanan yang dipercayakan-Nya.
Hikmah dari karya para tokoh Gereja terdahulu
Berikut rangkuman pandangan para komentator publik-domain yang relevan:
Hubungan dengan teks-teks lain
• Galatia 5:13 memperingatkan untuk tidak memanfaatkan kebebasan untuk nafsu, melainkan melayani dengan kasih.
• Yohanes 10:11-14 menggambarkan sosok Gembala yang memberikan nyawa bagi kawanan—penggambaran pengabdian yang total.
• Ibrani 13:17 menekankan kesalehan pertanggungjawaban pemimpin atas jemaat yang dipercayakan kepada mereka.
Penekanan pada motivasi yang benar menjembatani panggilan publik dunia gereja dengan hidup pribadi pemimpin, sehingga umat melihat konsistensi antara ajaran dan praktik.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kepemimpinan rohani sejati lahir dari kasih, sukacita pelayanan, dan ketaatan kepada kehendak Allah. Gembalakanlah dengan sesuka hati di dalam panggilan-Nya, bukan karena paksaan atau keuntungan yang keji. Sikap ini membangun kepercayaan jemaat, menjaga kemurnian sakramen pelayanan, dan meneladankan kasih Kristus dalam setiap tindakan.
Cross-references: Gal. 5:13; Yoh. 10:11-14; Ibr. 13:17. Singkatnya, pemimpin yang dipanggil Allah melayani dengan hati, menaruh diri bagi kawanan, dan menjauhi motif egois demi kemuliaan Tuhan.