Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Petrus 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
1 Petrus 5:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebab itu hendaklah kamu merendahkan dirimu ke bawah tangan Allah Yang Mahakuasa itu, supaya Ia meninggikan kamu pada masanya;
1 Petrus 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Petrus 5:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yakobus 4:10 (IDN) »
Hendaklah kamu merendahkan diri di hadirat Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu kelak.

Lukas 14:11 (IDN) »
Karena tiap-tiap orang, yang meninggikan dirinya, ia itu akan direndahkan, dan barangsiapa yang merendahkan dirinya, ia itu akan ditinggikan."

Amsal 29:23 (IDN) »
Bahwa congkak itu merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hatinya itu berpegang akan kemuliaan.
1 Petrus 5:6 (IDN): Merendahkan Diri di hadapan Allah Yang Mahakuasa
Dalam konteks surat Petrus yang ditujukan kepada jemaat yang tersebar dan menghadapi godaan, ancaman penindasan, serta ujian iman, ayat ini muncul sebagai panggilan untuk menaruh kepercayaan dan kerendahan hati kepada Allah. Rasul Petrus mengajak umat percaya untuk tidak mencari kelegaan melalui kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan kepada Allah yang Mahakuasa. Ayat ini menggarisbawahi pola hidup yang berakar pada kerendahan hati, karena Allah meneguhkan dan meninggikan mereka pada waktunya.
Makna pokok
Ada dua arah gerak yang jelas dalam ayat ini: merendahkan diri ke bawah tangan Allah dan percaya bahwa Allah akan meninggikan pada masanya. Kedua bagian ini menyeimbangkan kewaspadaan terhadap keangkuhan diri dengan harapan that Allah bekerja secara tepat dalam hidup orang percaya. Merendahkan diri berarti menekankan ketergantungan pada Allah, menolak jalan pintas kepentingan diri, dan menjaga hati tetap taat meskipun menghadapi tekanan dunia.
Tema-tema utama
Penafsiran dengan bantuan sumber-sumber klasik
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Adam Clarke, dan Albert Barnes menekankan bahwa ayat ini menekankan sikap hati yang rendah terhadap Allah dan kepercayaan pada masa-Nya. Henry menyoroti bahwa “rasa rendah hati adalah pintu bagi pertolongan ilahi” dan Clarke menegaskan bahwa Allah menampakkan kemuliaan-Nya melalui pekerjaan-Nya atas orang yang menundukkan diri. Barnes menambahkan bahwa promosi yang Allah berikan tidak berasal dari dorongan manusia melainkan anugerah-Nya yang tepat pada waktu-Nya.
Quotations (konteks singkat, jika relevan):
“Hendaklah kamu merendahkan dirimu ke bawah tangan Allah Yang Mahakuasa itu, supaya Ia meninggikan kamu pada masanya.”
Catatan: Frasa kunci ini menegaskan hubungan sebab-akibat antara kerendahan hati dan pembelaan ilahi, bukan promosi manusiawi yang dangkal.
Ayat silang yang relevan
Perenungan praktis
Di tengah tantangan hidup Kristen, kita dipanggil untuk menilai bagaimana kita 'mendapatkan promosi' atau pengakuan. Apakah kita menonjolkan diri demi kepentingan pribadi, atau kita menundukkan diri di hadapan Tuhan, percaya pada waktu-Nya? Latihan kerendahan hati bisa berupa doa yang jujur, sikap melayani tanpa menghitung biaya, dan menunggu hikmat Allah saat urusan hidup terasa stagnan. Dalam semua itu, iman kita perlu dipelihara agar tidak tercekik oleh keinginan untuk cepat dipandang.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan pola hidup berakar pada kerendahan hati: merendahkan diri di bawah tangan Allah yang Mahakuasa, sambil percaya bahwa Allah akan meninggikan orang benar pada masanya. Dalam konteks penulisan Petrus, hal ini menguatkan jemaat untuk tetap setia meski sedang diuji, karena promosi sejati datang dari Allah sendiri.