Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Petrus 5:13 Tafsiran ayat Alkitab
1 Petrus 5:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adapun sidang jemaat yang di Babil, yang terpilih sama seperti kamu sendiri, berkirim salam kepadamu, demikianlah juga anakku Markus.
1 Petrus 5:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Petrus 5:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kisah Para Rasul 12:12 (IDN) »
Setelah sudah ia memikirkan perkara itu, pergilah ia ke rumah Maryam, ibu Yahya, yang bergelar Markus; di situ ada beberapa banyak orang berhimpun sedang berdoa.

Kisah Para Rasul 12:25 (IDN) »
Maka kembalilah Barnabas dan Saul dari Yeruzalem setelah diselesaikannya pekerjaan itu, sambil membawa Yahya yang bergelar Markus sertanya.

Mazmur 87:4 (IDN) »
Bahwa Aku akan menyebutkan Rahab dan Babil di antara mereka yang mengenal akan Daku; bahwasanya orang Filistin dan Tsur dengan orang Kusy sekalian itu sudah jadi di sana.
Makna langsung ayat 1 Petrus 5:13 (IDN)
Ayat ini menyatakan salam dari jemaat yang berada di Babil, yang terpilih bersama dengan kamu, kepada pembaca surat Petrus; salam itu juga datang melalui Markus, anak rohani Petrus. Inti pesannya adalah persaudaraan iman yang melintasi batas geografis dan hubungan antara pemimpin jemaat dengan orang-orang percaya di manapun mereka berada.
Latar belakang konteks
Peterus menulis kepada orang percaya yang mengalami penganiayaan atau tekanan di beberapa wilayah. Salam dari jemaat di Babil menegaskan adanya jaringan gereja universal—umat percaya yang saling menguatkan meski berada jauh. Markus disebut sebagai anak rohani Petrus, menunjukkan hubungan mentoring antara keduanya dan menandai pentingnya pewartaan firman serta kesetiaan dalam pelayanan.
Observasi penafsiran penting
Pemahaman tematik
Ayat ini menekankan tiga tema inti: persaudaraan iman yang melintasi batas geografi, saling membangun melalui doa dan salam rohani, serta peran pasangan murid-guru dalam memperkokoh kesetiaan jemaat terhadap Kristus.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan silang yang relevan:
Penjelasan singkat: Rujukan-rujukan tersebut menegaskan bahwa hubungan rohani di antara jemaat bukan sekadar salam formal, melainkan bagian dari saluran berkat dan penguatan iman melalui kerja sama antara pemimpin, murid, dan komunitas jemaat.
Titik aplikatif singkat
Komentar singkat dari sumber berbahasa publik domain
Kaitan antara pemimpin dan murid dalam pernyataan Petrus sesuai dengan pola umum para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke yang menyoroti pentingnya persaudaraan gereja dan hubungan pembinaan iman. Dalam karya mereka, tema persaudaraan jemaat dan hubungan rohani disorot sebagai fondasi kekuatan umat percaya menghadapi tekanan dunia. (Catatan: kutipan teks lengkap tidak disertakan sesuai pedoman hak cipta publik domain; referensi para komentator disebut sebagai sumber inspirasional umum.)
Kutipan singkat yang relevan
Catatan: tidak ada kutipan penuh teks yang diambil di luar konteks ayat yang diberikan; jika ada, kutipan-kutipan tersebut disajikan hanya sebagai rujukan pendek dalam konteks penafsiran umum.
Pernyataan penutup
Ayat ini mengingatkan kita bahwa iman bukan perjalanan tunggal. Salam dari komunitas percaya, termasuk yang jauh, menegaskan bahwa identitas kita sebagai terpilih adalah milik bersama. Markus sebagai murid yang ditempa juga mengingatkan pentingnya pendampingan rohani dalam menjaga iman tetap hidup di tengah keadaan yang menantang.