Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 9:1 1 Raja-raja 9:2 1 Raja-raja 9:3 1 Raja-raja 9:4 1 Raja-raja 9:5 1 Raja-raja 9:6 1 Raja-raja 9:7 1 Raja-raja 9:8 1 Raja-raja 9:9 1 Raja-raja 9:10 1 Raja-raja 9:11 1 Raja-raja 9:12 1 Raja-raja 9:13 1 Raja-raja 9:14 1 Raja-raja 9:15 1 Raja-raja 9:16 1 Raja-raja 9:17 1 Raja-raja 9:18 1 Raja-raja 9:19 1 Raja-raja 9:20 1 Raja-raja 9:21 1 Raja-raja 9:22 1 Raja-raja 9:23 1 Raja-raja 9:24 1 Raja-raja 9:25 1 Raja-raja 9:26 1 Raja-raja 9:27 1 Raja-raja 9:28



Inti Pokok Tafsiran: Penugasan kerja paksa terhadap keturunan raja dan dampaknya bagi bangsa Israel
Ayat 9:21 menyoroti kebijakan ekonomi dan militer raja Sulaiman yang menyerahkan sebagian besar keturunan raja yang tinggal di negeri itu untuk pekerjaan negara. Dalam konteks perjanjian dengan Tuhan, ayat ini membuka pembahasan mengenai bagaimana kekuasaan manusia dapat membentuk relasi di antara keluarga, bangsa, dan tugas negara, serta bagaimana hal ini berdampak pada identitas umat perjanjian di masa Sulaiman.
Latar konteks sastra
Ayat ini berada dalam bagian akhir 1 Raja-raja pasal 9, yang berhubungan erat dengan pelaksanaan pembangunan Bait Allah dan menyebutkan berbagai kebijakan yang diterapkan Sulaiman. Secara naratif, ayat ini menyoroti dampak administrasi raja terhadap keturunan bangsawan dan penduduk kota, menggambarkan bagaimana pekerjaan negara menyerap sumber daya manusia sepanjang wilayah Israel.
Makna teologis dan pelajaran utama
Beberapa poin teologis tersirat:
Kaitan dengan penulisan lain
Beberapa hubungan lintas Alkitab yang relevan:
Hubungan-hubungan ini membantu pembaca melihat ayat ini tidak hanya sebagai catatan administratif, tetapi sebagai cerminan bagaimana manusia mengelola sumber daya demi tujuan kebersamaan umat Allah.
Pertanyaan renungan
Penafsiran dalam terang doktrin
Ilmu penafsiran humanistik Alkitab membantu memahami ayat ini sebagai bagian dari gambaran luas bagaimana raja-raja Israel mengelola sumber daya manusia untuk membangun negeri. Dalam tradisi para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, catatan mengenai pelaksanaan kebijakan pemerintahan sering dipakai untuk menekankan bahwa kekuasaan dipakai bertanggung jawab, dan bahwa umat dipanggil untuk hidup dalam ketertiban sambil tetap berpegang pada panggilan ketaatan kepada Allah. Jika ada kutipan singkat yang relevan dari para penafsir publik domain tersebut, teks-teksnya mengingatkan pembaca bahwa keadilan dan kebenaran tetap menjadi standar Allah even ketika dunia menerapkan kebijakan yang berat.
Cross-referensi singkat
Penafsiran silang ini membantu pembaca melihat pola umum bagaimana otoritas manusia beroperasi di dalam rencana Allah, dan bagaimana umat Allah diingatkan untuk tetap setia pada perintah-Nya.
Kesimpulan singkat
Ayat 1 Raja-raja 9:21 menegaskan bahwa berlangsungnya pekerjaan negara melibatkan bagian-bagian keturunan bangsawan dan penduduk, yang menegaskan hubungan antara pemerintahan dan keluarga. Ini mengajak pembaca menimbang bagaimana keadilan dan tanggung jawab sosial hadir dalam setiap kebijakan pemerintah, seraya menjaga fokus pada panggilan umat Allah untuk hidup setia dalam perjanjian-Nya.
Catatan kutipan: jika ada bagian pendek dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan secara eksplisit, silakan dicantumkan sebagai sitiran langsung dalam konteks yang sesuai.