Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 9:1 1 Raja-raja 9:2 1 Raja-raja 9:3 1 Raja-raja 9:4 1 Raja-raja 9:5 1 Raja-raja 9:6 1 Raja-raja 9:7 1 Raja-raja 9:8 1 Raja-raja 9:9 1 Raja-raja 9:10 1 Raja-raja 9:11 1 Raja-raja 9:12 1 Raja-raja 9:13 1 Raja-raja 9:14 1 Raja-raja 9:15 1 Raja-raja 9:16 1 Raja-raja 9:17 1 Raja-raja 9:18 1 Raja-raja 9:19 1 Raja-raja 9:20 1 Raja-raja 9:21 1 Raja-raja 9:22 1 Raja-raja 9:23 1 Raja-raja 9:24 1 Raja-raja 9:25 1 Raja-raja 9:26 1 Raja-raja 9:27 1 Raja-raja 9:28



Penjelasan pokok: Penguasa pekerjaan dan organisasi kerja di kerajaan Sulaiman
Ayat ini menutup laporan tentang bagaimana raja Sulaiman menugaskan pekerjaan besar dalam pembangunan Bait Suci dan kota-kota pemerintahan. Fokus utama di sini adalah struktur administrasi: lima ratus lima puluh orang yang menjadi penghulu atas segala pekerjaan dan yang memerintah seluruh rakyat yang mengerjakan pekerjaan itu. Ayat ini menegaskan adanya keteraturan, otoritas yang jelas, dan pembagian tugas yang efektif untuk mencapai tujuan besar pada masa itu.
Konteks sastra
Bagian sebelumnya menggambarkan luasnya rencana pembangunan dan persiapan material, serta dedikasi orang banyak untuk pekerjaan besar itu. Setelah menegaskan sifat halus dan luas dari proyek tersebut, ayat ini menyoroti mekanisme administrasi: penghulu yang memimpin pekerjaan-pekerjaan teknis dan logistika, serta komando langsung terhadap pekerja-pekerja banyak. Struktur semacam ini menunjukkan kedisiplinan inti pemerintahan raja serta komitmen umat terhadap penyelarasan visi gedung Bait Suci dan kemuliaan kota.
Makna teologis
Pemilihan kata menunjukkan bahwa pekerjaan besar tidak hanya bergantung pada tenaga kerja, melainkan pada kepemimpinan yang diberi mandat—otoritas yang diberikan raja untuk menjaga urutan, tanggung jawab, dan akuntabilitas. Bagi pembaca iman, ayat ini menggarisbawahi tema ketaatan kepada otoritas yang sah di bawah Tuhan: Tuhan bekerja melalui struktur manusia yang disediakan-Nya, agar proyek-proyek besar berjalan tepat sasaran dan berbarerkan kemuliaan-Nya.
Hubungan dengan bagian lain Kitab Raja-Raja
Pertanyaan refleksi singkat
Penutup singkat
Ayat ini menegaskan bahwa di balik proyek monumental diperlukan otoritas yang terstruktur: penghulu-penghulu yang mengatur pekerjaan, menyalurkan perintah kepada semua pekerja. Dengan demikian, tujuan rohani—membangun rumah ibadah dan memuliakan Tuhan—mengajar kita pentingnya kepemimpinan yang disiplin, tanggung jawab, serta kesatuan visi.
Rujukan silang yang relevan
1) Keluaran 18:21–23 menyoroti kebutuhan pembagian tugas dan pengawasan; 2) 1 Tawarikh 22:5 membahas bagaimana Daud menyiapkan rencana untuk pembangunan bait suci dengan struktur pemerintahan; 3) Ayub 34:11 menegaskan bahwa manusia akan menerima upah sesuai perbuatannya. Ketiga rujukan ini menegaskan tema tanggung jawab, pengorganisasian, dan perhitungan hasil kerja di bawah otoritas yang sah.
Gugus kutipan singkat yang tersedia: tidak ada kutipan penuh yang disalin dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Jika diperlukan, kutipan terperinci dapat ditambahkan secara terpisah dengan sebutan sumber secara spesifik.