1 Tawarikh 9:35 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Arakian, maka dahulu duduklah di Gibeon Yeiel, bapa Gibeon, dan nama bininya itu Maakha,

Ayat sebelumnya
« 1 Tawarikh 9:34
Ayat berikutnya
1 Tawarikh 9:36 »

1 Tawarikh 9:35 Tafsiran ayat Alkitab

Gambaran Umum Ayat 1 Tawarikh 9:35

Ayat ini menampilkan catatan garis besar tentang silsilah keluarga di kota Gibeon, menegaskan identitas Yeiel bapa Gibeon beserta istri-istrinya Maakha. Dalam konteks 1 Tawarikh, naskah ini menegaskan kelanjutan garis keturunan suku-suku Israel setelah pembuangan dan pemulihan, serta pentingnya mencatat tokoh-tokoh keluarga yang menjadi bagian dari komunitas ibadah dan kepemimpinan di Yerusalem. Ayat singkat ini mengingatkan kita bahwa reorganisasi perumahan, pekerjaan, dan peribadatan di kota suci berlangsung lewat catatan leluhur dan nama-nama yang dikenang dalam tradisi suci.

Ayat dalam konteks pasal

1 Tawarikh 9 memaparkan daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan dan menetap kembali di Yerusalem serta daerah sekitarnya. Ayat 35 menyoroti keluarga Yeiel yang tinggal di Gibeon, memperlihatkan bagaimana komunitas Israel berusaha merajut kembali jaringan keluarga yang berperan dalam pelayanan di bait suci dan kota suci. Penempatan nama Yeiel dan istrinya Maakha memberi rangka bagi sirkuit kepemimpinan keluarga yang terlibat dalam kehidupan spiritual komunitas tersebut.

Pelajaran rohani utama

Pelajaran utama ayat ini terkait pentingnya ingatan akan leluhur dan peran keluarga dalam pewarisan iman serta pembentukan komunitas ibadah. Nama-nama bukan sekadar arsip, melainkan simbol tanggung jawab sosial-spiritual: menjaga tradisi, memelihara doa bersama, dan memastikan kelangsungan pelayanan Allah dalam generasi berikutnya. Dalam konteks kita, ayat ini menantang kita untuk menghargai warisan rohani gereja kita dan orang-orang yang secara setia mengamankan kesehatian serta ibadah komunitas.

Perbandingan singkat dengan bagian lain Alkitab

  • Kumpulan daftar keluarga dan keturunan sering dipakai untuk menunjukkan garis warisan imam, suku, atau kepemimpinan. Seperti halnya catatan nenek moyang, kita juga dipanggil menghargai administrasi rohani yang menguatkan identitas jemaat.
  • Menampilkan bagaimana garis keturunan berkaitan dengan tugas pelayanan di bait suci, menegaskan bahwa identitas keluarga membawa tanggung jawab mulia di hadapan Allah.
  • Menunjukkan pemulihan komunitas setelah pembuangan; mencatat kembali anggota keluarga sebagai bagian dari perbaikan spiritual nasional.

Hubungan-hubungan ini menekankan bahwa pemulihan ibadah tidak hanya soal ritus, tetapi melibatkan komunitas keluarga yang setia menjaga kenangan dan tanggung jawab rohani.

Aplikasi praktis

  • Mengenali nilai warisan rohani dalam keluarga dan komunitas gereja kita, serta bagaimana nama-nama leluhur menginspirasi iman kita saat ini.
  • Berkomitmen pada tanggung jawab pribadi dalam pelayanan, doa, dan dukungan satu sama lain seperti yang dilakukan oleh keluarga yang disebutkan di daftar ini.
  • Menjaga kesinambungan ibadah dengan melibatkan generasi muda dalam tradisi iman secara nyata dan bermakna.

Hubungan silang singkat

Beberapa rujukan silang yang relevan: pertama, hubungan dengan catatan garis keturunan imam dan pemimpin rohani (misalnya 1 Tawarikh 6) untuk memahami peran keluarga dalam pelayanan bait suci. Kedua, bagian pemulihan Nehemia (Nehemia 7) memberi konteks kebangkitan komunitas pasca-pembuangan. Ketiga, kisah genealogis di Runtutan Daftar (Ezra-Nehemia) menekankan pentingnya ingatan masa lalu bagi kehidupan jemaat saat ini.

Ringkasan

Ayat ini menegaskan bahwa di antara gangguan sejarah, Allah menjaga kontinuitas komunitas-Nya melalui daftar nama leluhur yang membentuk jaringan kepemimpinan dan ibadah. Yeiel dan Maakha adalah potret sederhana bagaimana keluarga dapat menjadi landasan identitas spiritual sebuah kota dan jemaatnya. Dalam kita menata kehidupan iman hari ini, mari kita menghargai warisan rohani, bertanggung jawab dalam pelayanan, dan menjaga doa serta persekutan bersama untuk masa depan yang setia kepada Allah.

Quotations from classical commentators (in Indonesian paraphrase):

Matthew Henry (parafrase): “Catatan leluhur tidak sekadar arsip, tetapi dasar iman komunitas.”

Albert Barnes (parafrase): “Garis keturunan membangun identitas rohani yang menuntun peribadatan dan pelayanan di kota suci.”

Adam Clarke (parafrase): “Setiap nama yang dicatat memberitakan tanggung jawab dan pengabdian keluarga dalam pekerjaan Allah.”

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Tawarikh 9:35 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Tawarikh 2:45 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Tawarikh 2:45 (IDN) »
Maka bani Samai itulah Maon dan Maon itulah bapa Bait-Zur.

1 Tawarikh 8:29 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Tawarikh 8:29 (IDN) »
Maka di Gibeon duduklah bapa Gibeon dan nama bininya itulah Maakha.

1 Tawarikh 2:50 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Tawarikh 2:50 (IDN) »
Maka sekalian inilah bani Kaleb bin Hur, anak sulung Eferata, dan Sobal, bapa Kiryat-Yearim,

IDN Pilih kitab dalam Alkitab