1 Tawarikh 8:29 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka di Gibeon duduklah bapa Gibeon dan nama bininya itulah Maakha.

Ayat sebelumnya
« 1 Tawarikh 8:28
Ayat berikutnya
1 Tawarikh 8:30 »

1 Tawarikh 8:29 Tafsiran ayat Alkitab

Ringkasan Pembaca: Gibeon dan Makha dalam 1 Tawarikh 8:29

Ayat ini menempatkan kita pada daftar leluhur suku-suku Israel dan rumah tangga yang menghuni tanah perjanjian setelah masa pengisian kerajaan menjadi fokus. Dalam konteks pasal 8, kita melihat bagaimana garis keturunan Saul dan keturunannya berkaitan dengan kota Gibeon. Ayat ini menegaskan bahwa di Gibeon tinggal bapa Gibeon dan isterinya bernama Maakha. Meski terdengar sebagai catatan genealogis, detail kecil ini menekankan stabilitas keluarga dan komunitas dalam tanah perjanjian serta bagaimana identitas leluhur sering dipandang sebagai fondasi budaya dan religio-sosial suku-suku di Yudea.

Ayat dalam konteks pasal

1 Tawarikh 8 memetakan garis keturunan Yehuda, Benyamin, dan suku-suku kecil yang membentuk penduduk tanah. Ayat 29 menonjolkan keberadaan kepala keluarga di kota Gibeon, menandai struktur sosial terpadu di antara orang-orang yang berurusan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam garis keturunan Daud dan raja-raja Israel. Identitas pribadi seperti Maakha menambah warna budaya tentang bagaimana keluarga-keluarga dihormati dan diingat dalam catatan alkitabiah.

Pelajaran rohani utama

Inti spiritual ayat ini bukan sekadar menyebut sebuah nama, melainkan menegaskan pentingnya kesinambungan dan hormat terhadap leluhur. Dalam tradisi Israel, daftar keturunan bukan sekadar genealogikal; ia menegaskan tanggung jawab komunitas untuk mengingat, merawat, dan melanjutkan warisan iman. Dari sini kita belajar bahwa menghargai hubungan keluarga dan asal-usul dapat memperkuat iman, sebab Allah sering bekerja melalui garis keturunan untuk melanjutkan rencana-Nya.

Perbandingan singkat dengan bagian lain

  • Pengingat identitas keluarga dalam 1 Tawarikh 2–3: Ketika kitab mencatat keturunan dan suku-suku, hal itu menegaskan peran komunitas dalam membangun identitas iman bangsa Israel.
  • Daud dan garis keturunannya dalam 1 Tawarikh 3: Ketertautan antara leluhur dan raja-raja menekankan bagaimana Allah bekerja melalui garis keturunan untuk membawa rencana-Nya.
  • Penghormatan keluarga dalam keluaran genealogis lain: Menunjukkan bahwa informasi nama-nama pribadi memiliki makna budaya dan teologis, mengundang pembaca untuk merenungkan bagaimana kita menghargai warisan rohani kita.

Cross-references dengan penjelasan singkat

– Lihat 1 Tawarikh 2:3–4; identitas keluarga dan garis keturunan sebagai bagian dari pewarisan tanah perjanjian. Penekanan pada keteraturan keluarga menguatkan tema kesetiaan kepada Allah secara turun-temurun. (Cross-reference singkat, tanpa kutipan penuh.)

– Bandingkan dengan 1 Tawarikh 7:1–2; memperlihatkan bagaimana daftar keturunan dapat mengarahkan pembaca pada peran-peran keluarga dalam pembentukan komunitas umat Allah. (Penjelasan singkat.)

Aplikasi praktis

- Menghargai akar keluarga: Cerita singkat tentang orang tua, datuk nenek, dan leluhur dapat memperkuat iman kita hari ini. Berdoa memohon hikmat untuk memahami bagaimana warisan iman membentuk cara kita hidup.

- Komunitas yang stabil: Struktur keluarga dan pemeliharaan identitas kolektif membantu menjaga kornea iman bangsa saat menghadapi tantangan budaya.

Garis besar refleksi historis-iman

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah bekerja melalui garis keturunan dan komunitas. Keteladanan Maakha dan kepala keluarga di Gibeon menegaskan bahwa setiap anggota bangsa memiliki peran dalam menjaga kesatuan umat Allah. Dalam perwujudan keseharian, kita dipanggil untuk menghormati leluhur iman, sambil menyejukkan hati melalui iman kepada Allah yang setia dari generasi ke generasi.

Penutup inti

1 Tawarikh 8:29 mengungkapkan catatan singkat mengenai keluarga di Gibeon sebagai bagian dari jaringan besar pewarisan iman Israel. Meskipun sekadar potongan genealogis, ia menguatkan tema umum Alkitab tentang tanggung jawab terhadap warisan rohani, sambil menggarisbawahi bahwa Allah memelihara umat-Nya melalui garis keturunan dengan setia.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Tawarikh 8:29 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Tawarikh 9:35 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Tawarikh 9:35 (IDN) »
Arakian, maka dahulu duduklah di Gibeon Yeiel, bapa Gibeon, dan nama bininya itu Maakha,

IDN Pilih kitab dalam Alkitab