Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 2:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Wai bagi segala orang yang duduk di tepi laut, yaitu bangsa Khereti! Bahwa firman Tuhan adalah lawan engkau, hai Kanaan, negeri orang Filistin! Karena Aku membinasakan dikau, sehingga seorang pendudukpun tiada lagi di dalammu.
Zefanya 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 2:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 25:16 (IDN) »
sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwasanya Aku mengedangkan tangan-Ku kepada orang Filistin itu dan Aku akan menumpas segala orang Khereti dan membinasakan segala orang yang lagi tinggal di tepi laut;

Yosua 13:3 (IDN) »
Dari Sikhor yang pada sebelah Mesir sampai kepada perhinggaan Ekeron arah ke utara semuanya hendaklah dibilang Kanani, kelima kerajaan orang Filistin, yaitu Gaza dan Asdod dan Askelon dan Gat dan Ekeron, dan lagi segala orang Awi.

Yeremia 47:7 (IDN) »
Tetapi bagaimana boleh engkau berhenti? sebab Tuhan sudah berfirman demikian! ditentukan-Nya begitu bagi Askelon dan bagi tepi laut itu!
Zefanya 2:5—Menggugah Perangai Kerasnya terhadap Bangsa Pengecut Lokal
Inti interpretatif ayat ini adalah teguran keras terhadap mereka yang berdiam diri di tepi laut sebagai simbol kemakmuran luar yang menipu, sementara Tuhan menimbang bangsa-bangsa yang melanggar perjanjian-Nya. Peringatan ini menegaskan bahwa firman Tuhan menentang bangsa Kanaan dan orang Filistin yang hidup dalam kenyamanan material tanpa memenuhi kehendak-Nya. Kedalaman nubuatan ini menunjukkan bahwa Allah menghakimi bangsa-bangsa yang memanfaatkan lokasi strategis untuk menindas atau menaruh keangkuhan, sedangkan umat-Nya dipanggil untuk hidup dalam ketaatan dan integritas di tengah potensi godaan dunia.
konteks sastra dan aliran naratif
Ayat ini bagian dari lakon nabi Zefanya yang mengecam kota-kota di tepi laut dan sekelompok bangsa sekitar Yehuda, khususnya mereka yang tinggal dekat pantai seperti bangsa Khereti (yang mungkin merujuk pada kelompok pelabuhanan atau daerah pesisir Therefore). Nada nubuat membentuk perpindahan dari ancaman terhadap bangsa-bangsa tetangga menuju panggilan untuk bertobat. Zefanya memakai gaya retoris yang mengaitkan imannya dengan realitas politik dan ekonomi, menekankan bahwa perlindungan Allah tidak dapat menutupi pelanggaran terhadap perintah-Nya.
Konteks teologis
Tuhan memperlihatkan bahwa kecemburuan-Nya terhadap keadilan meliputi seluruh bangsa, bukan hanya umat-Nya secara istimewa. Ayat ini menegaskan bahwa keangkuhan manusia—terutama yang tumbuh dari kemakmuran duniawi—akan dibalaskan oleh Tuhan. Dalam teologi Zefanya, masa depan pemulihan dan penghapusan pengaruh bangsa-bangsa yang menindas berdampingan dengan panggilan bangsa Israel untuk hidup suci di hadapan Allah.
hubungan lintas kitab
Pertanyaan refleksi
kesimpulan singkat
Ayat Zefanya 2:5 menegaskan bahwa Allah tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan meski dikamuflase oleh kenyamanan dunia. Nabi mengingatkan bahwa firman Tuhan adalah penghakiman bagi mereka yang menentang-Nya, sekaligus menjadi pengingat bagi umat Allah untuk hidup dengan ketaatan dan keadilan di tengah tantangan zaman.
Quotations from public-domain commentators (Indonesia-only):
“Firman Tuhan adalah lawan engkau” menggarisbawahi kemarahan ilahi terhadap dosa yang tersembunyi di balik kemakmuran. (Ringkasan interpretasi umum para komentator lama)
Referensi lintas: Yeh 14:12-14; Hak 2:1-3; Yes 1:17.