Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 2:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka ia itu akan balasan jemawanya, sebab dengan congkaknya telah dicucakannya dan dicelakannya umat Tuhan serwa sekalian alam.
Zefanya 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 2:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 16:6 (IDN) »
Kami ketahui akan jemawa orang Moab, amat sombong ia, dan akan congkaknya dan kebesaran hatinya dan geramnya dan culas hati segala nabi dustanya.

Zefanya 2:8 (IDN) »
Bahwa Aku sudah mendengar pengolok-olok orang Moab dan pemaki segala bani Ammon, bagaimana dicucakannya umat-Ku tatkala ditaklukkannya negerinya dengan jemawa.

Yeremia 48:29 (IDN) »
Bahwa ketahuilah kita akan sombong Moab, bahwa sombongnya tiada beperhinggaan, dan akan congkaknya dan sombongnya dan jemawanya dan kebesaran hatinya.
Zefanya 2:10 (IDN) - Ringkasan Publikasi Alkitab
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan akan membalas jemawa dan penindasan orang-orang yang membangga-banggakan diri mereka, terutama terhadap umat Tuhan, karena tindakan congkak dan ejekan mereka. Dalam konteks bab Zefanya pasca-pembebasan Israel, nada nubuat ini menggarisbawahi bahwa keangkuhan duniawi tidak akan luput dari penghakiman ilahi. Ayat ini menantang pembaca untuk melihat bagaimana sikap sombong membawa konsekuensi rohani yang serius, dan menuntun umat Tuhan pada pengandalan akan keadilan dan pemeliharaan Tuhan yang setia.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 2 Zefanya menyoroti hukuman atas bangsa-bangsa yang menentang Tuhan Israel: Filistin, Moab, Ammon, serta bangsa-bangsa lain yang berbuat jahat. Ayat 10 menonjolkan prinsip umum bahwa pembalasan Tuhan menimpa mereka yang menabalkan kehebatan diri melalui penindasan dan penghinaan terhadap umat-Nya. Ini bukan semata-motif balas dendam, melainkan penegasan bahwa umat Allah yang setia tidak akan tinggal dalam silau kekuasaan duniawi yang merendahkan martabat orang percaya.
Pelajaran rohani utama
Masuk akal dengan komparasi alkitabiah
Beberapa perikop yang membangun paralel dengan Zefanya 2:10 antara lain:
Aplikasi praktis
Untuk pembaca kini: hindari pola pikir yang memandang diri sebagai pusat. Dalam komunitas iman, hormatilah sesama, lindungi orang lemah, dan amalkan integritas dalam setiap tindakan. Jika menghadapi perlakuan tidak adil, tetap percaya bahwa Tuhan memerhatikan, dan ia menegakkan keadilan pada waktunya. Doa memohon hikmat untuk membedakan antara teguh pada kebenaran dengan keras kepala dalam pembenaran diri adalah langkah penting.
Cross-references (hubungan silang) dan penjelasan singkat
Inti bagian akhir dan penafsiran
Inti dari Zefanya 2:10 adalah bahwa takhta manusia tidak sanggup menandingi keadilan Tuhan. Ketika umat-Nya diejek atau dicemooh karena iman, kita diingatkan bahwa Tuhan memperhitungkan setiap perlakuan buruk dengan pembalasan yang tepat. Namun, fokus Alkitab adalah untuk mengajak umat-Nya berjalan dalam kerendahan hati, bersandar pada kedaulatan Tuhan, dan menanggung beban penindasan dengan iman yang teguh sambil menghormati Tuhan yang membela orang benar.
Quotable notes (kutipan pendek yang relevan)
Dari sumber-sumber tokoh komentar berstatus publik domain yang relevan, tidak semua ayat ini memiliki kutipan langsung yang panjang; namun referensi umum yang sering dipakai untuk memahami nuansa nubuat ini antara lain adalah bagaimana Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan keadilan Tuhan terhadap kecongkakan dan pemeliharaan umat-Nya. Ketika diperlukan, Anda akan melihat nubuat tentang pembalasan Tuhan terhadap kebanggaan sebagai gambaran umum yang konsisten dengan pandangan para komentator klasik.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pembalasan Tuhan tidak bisa dihindari bagi mereka yang menindas umat-Nya dengan congkak. Pesan pentingnya adalah hidup dalam kerendahan hati, mempercayai keadilan Allah, dan menanti pemulihan serta perlindungan-Nya bagi umat-Nya.