Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 9:6 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 9:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Di dalam Asdod akan duduk bani haram, dan lagi jemawa orang Filistin akan Kubinasakan!
Zakharia 9:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 9:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 1:8 (IDN) »
Dan Kutumpas kelak segala orang isi dari dalam Asdod dan segala orang yang bertongkat dari dalam Askelon; dan berturut-turut Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Ekeron dan sisa orang Filistin akan binasa kelak, demikianlah firman Hua Tuhan!

Pengkhotbah 6:2 (IDN) »
yaitu orang yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan harta benda dan kemuliaan, sehingga satupun tiada kurang padanya dari pada segala kehendak hatinya, tetapi tiada dianugerahkan Allah kepadanya kuasa akan makan dari padanya, melainkan orang lain juga makan habis akan dia. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang menyakiti hati.

Pengkhotbah 2:18 (IDN) »
Lagipun aku benci akan segala pekerjaanku, yang telah kuusahakan di bawah langit, sebab tak dapat tiada aku meninggalkan dia kelak kepada orang yang kemudian dari padaku.
Zakharia 9:6 (IDN)
Di dalam Asdod akan duduk bani haram, dan lagi jemawa orang Filistin akan Kubinasakan!
Setting segera teks
Ayak ini berada dalam rangka nubuat Zahakaria mengenai nasib bangsa-bangsa di tanah Kanaan yang tampak kuat secara manusiawi namun akan mengalami penurunan karena kehendak Allah. Pesan ini menyoroti intervensi ilahi terhadap musuh Israel yang selama ini menggusarkan bangsanya. Penekanan pada Asdod, kota filistin, menunjukkan bahwa kekuatan dunia tidak beralasan jika tidak di bawah rencana Tuhan.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
Teks menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan keangkuhan bangsa-bangsa menumpuk kekuatan tanpa batas. Allah berinisiatif menghukum dan membinasakan kesombongan mereka, sambil melindungi umat-Nya. Keseluruhan bagian menegaskan kekuasaan Tuhan atas sejarah manusia dan bahwa nasib kota-kota musuh bisa diruntuhkan oleh rencana-Nya sendiri. Bagi umat percaya, ini mengundang kepercayaan bahwa Allah adalah pemelihara yang berdaulat, yang menimbang dan mengoreksi jalan manusia dengan tepat.
Istilah penting dan gambaran visual
Lintasan silang dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian menyingkap tema keadilan ilahi terhadap keangkuhan bangsa-bangsa. Misalnya, nubuat-nubuat tentang pembubaran kekuatan musuh yang mengancam umat pilihan Allah. Periksa bagaimana kehadiran Tuhan menentukan arah sejarah bangsa-bangsa dan bagaimana kekuatan manusia akhirnya tunduk pada rencana-Nya. Selain itu, tema perlindungan bagi umat Allah berulang dalam kitab nabi-nabi lainnya, menunjukkan konsistensi kemahakuasaan Allah terhadap musuh dan pembelaan bagi umat-Nya.
Rujukan silang dan penjelasan singkat
Aplikasi praktis bagi masa kini
Nasihat inti bagi jemaat adalah percaya bahwa Allah berdaulat atas sejarah. Keangkuhan dunia tidak menghindarkan mereka dari penilaian-Nya; sebaliknya, umat percaya diajak menaruh kepercayaan pada kasih-Nya, menilai setiap ancaman dengan keberanian iman, dan hidup setia pada firman-Nya. Doa hari ini bisa mencakup permohonan hikmat untuk menimbang kekuasaan dunia dengan bijaksana, serta perlindungan bagi komunitas iman ketika menghadapi tantangan dari luar maupun dalam diri sendiri.
Upaya sintesis dari sumber-sumber komentar ahlinya
Para penafsir publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa nubuat ini menekankan kedaulatan Allah atas bangsa-bangsa yang menentang umat-Nya. Mereka menyoroti bahwa Allah tidak membiarkan keangkuhan berlarut-larut dan bahwa pembinasaan bagi musuh adalah bagian dari pelaksanaan keadilan ilahi. Secara ringkas, teks ini mengingatkan umat kepada kasih setia Allah yang melindungi, sambil menuntun mereka untuk hidup dengan rendah hati di bawah kendali-Nya. Penting untuk diingat bahwa kutipan langsung dari ketiga komentator klasik tidak selalu tersedia dalam bentuk satu kalimat yang pas untuk semua edisi, namun inti pemikiran mereka konsisten: - "Kedaulatan Tuhan membatasi kekuasaan manusia" (paraphrase umum dari Henry/Barnes/Clarke). - "Allah menegakkan keadilan dengan cara-Nya sendiri terhadap who menentang-Nya" (paraphrase umum). - "Umat percaya berada di bawah perlindungan kasih Tuhan meskipun menghadapi tantangan dunia." (paraphrase umum).