Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 9:3 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 9:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena bagaimanapun kuat kota benteng Tsur, jikalau sudah dikumpulkannya bagi dirinya perak seperti abu banyaknya dan emas seperti duli yang di jalan sekalipun,
Zakharia 9:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 9:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ayub 27:16 (IDN) »
Jikalau ditimbunkannya perak seperti lebu duli banyaknya dan dilengkapkannya pakaian, banyaknya seperti tanah liat sekalipun,

Yehezkiel 28:4 (IDN) »
Dengan kepandaianmu dan dengan akalmu juga engkau beroleh akan segala kekayaan itu dan mendapat emas dan perak itu dalam khazanahmu,

Yehezkiel 27:33 (IDN) »
Tatkala segala daganganmu datanglah dari laut, maka dengan dia engkau mengenyangkan beberapa berapa bangsa, dan dengan pelbagai bendamu yang indah-indah dan dengan segala daganganmu sudah kaukayakan segala raja yang di atas bumi.
Makna Pulasan Zakharia 9:3 (IDN)
Inti ayat ini menegaskan bahwa bahkan kemuliaan kota benteng Tsur tidak akan mampu menahan tindakan Allah ketika peraknya telah dipersiapkan secara massal untuk tujuan tertentu. Pada intinya ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah yang melampaui kekuatan manusia dan peredaran harta benda di muka bumi; kemegahan kota-kota yang paling kuat pun tidak bisa menghalangi rencana-Nya jika Ia memutuskannya.
Latar konteks singkat
Zakharia menulis pada masa pasca-pembuangan, ketika umat Israel mengalami panggilan kembali kepada kehidupan beriman dan pemulihan kota Yerusalem. Di tengah wahyu tentang penghakiman terhadap bangsa-bangsa dan penegasan pemulihan bagi umat Tuhan, ayat ini menegaskan bahwa rencana Allah tidak tergoyahkan oleh kebesaran atau kekayaan manusia. Tsur digambarkan sebagai kota yang kuat dan kaya, namun semua persiapan material itu tidak berarti apa-apa jika Allah berkehendak mengarahkan sejarah.
Observasi interpretatif utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Teks-teks terkait menegaskan bahwa persediaan manusia dalam bentuk kekayaan atau kekuatan tidak menandingi otoritas Allah yang mengarahkan jalan sejarah dan pemenuhan rencana-Nya. Ketaatan umat kepada-Nya adalah jalan untuk menerima maksud-Nya secara tepat.
Catatan praktis singkat
Ringkasan interpretatif akhir
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada kekuatan manusia—sekalipun sehebat apa pun kota seperti Tsur—yang dapat menahan rencana Allah. Ketika Allah mengumpulkan persembahan materi untuk tujuan-Nya, hal itu menunjukkan bahwa kekayaan duniawi adalah alat bagi pelaksanaan kehendak-Nya. Respons iman yang tepat adalah menundukkan diri pada kedaulatan-Nya, menyatakan kepercayaan bahwa rencana-Nya lebih utama daripada ambisi manusia.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke: Jika ada kutipan singkat yang relevan, akan dicantumkan secara tepat. Dalam teks ini, tidak ada kutipan langsung yang disalin utuh dari ketiga komentator tersebut.