Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 6:13 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 6:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahkan, Iapun akan membangunkan kaabah Tuhan dan berpakaikan perhiasan dan bersemayam di atas takhta-Nya dan memegang perintah, dan Iapun akan jadi Imam di atas takhta-Nya, dan bicara selamat akan ada di antara keduanya itu.
Zakharia 6:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 6:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 110:4 (IDN) »
Maka Tuhan telah bersumpah dan tiada Ia akan bersesal: Bahwa Engkaulah imam pada selama-lamanya, semartabat dengan Malkisedik.

Yesaya 49:5 (IDN) »
Maka sekarang firman Tuhan, yang sudah merupakan daku dari pada rahim ibuku akan hamba-Nya, supaya aku mengembalikan Yakub kepada-Nya, tetapi oleh Israel tiada diberi mereka itu dikumpulkan; kendatilah, aku juga indah kepada pemandangan Tuhan dan Allahku menjadi kuatku.

Yesaya 22:24 (IDN) »
Padanya juga akan digantung oranglah segala sesuatu yang indah-indah di dalam rumah bapanya, beberapa perhiasan dan destar yang indah-indah, dan lagi pelbagai serba kecil dari pada serba piala dan serba bokor.
Pemaknaan singkat tentang Zakharia 6:13 (IDN)
Inti ayat ini menyatakan bahwa Kaabah Tuhan akan dibangunkan, dihias dengan perhiasan, ditempatkan di atas takhta-Nya, dipimpin oleh Suatu Imam yang akan memegang perintah, dan akan menjadi Imam di atas takhta-Nya; dengan demikian ada penyatuan fungsi kepemimpinan dan perdamaian antara peran imam dan raja, serta pemberitaan selamat bagi kedua pihak.
Latar belakang konteks
Bagian ini berada dalam nubuat Zakharia pascabangkitnya keadaan Yerusalem, ketika umat kembali dari pembuangan dan membangun kembali Bait Suci. Zakharia mengejar pemulihan spiritual melalui gambaran-gambaran simbolis: takhta Tuhan melambangkan pemerintahan ilahi, sementara imam menunaikan peran pengantara dan upacara. Ayat ini menegaskan pemulihan keimamatan dan otoritas ilahi secara bersatu, menunjuk kepada damai dan keselamatan bagi umat.
Tidakan interpretatif penting
Pengamatan tematik singkat
- Perwujudan damai antara kepemimpinan rohani dan kenegaraan.
- Penegasan bahwa Allah hadir di tengah-tengah umat sambil menjaga kerajaan-Nya melalui perantara yang ditetapkan-Nya.
- Janji keselamatan yang ditawarkan melalui penyataan di antara keduanya: takhta-Nya dan imam-Nya berkolaborasi untuk menegakkan rencana-Nya.
Rujukan silang yang relevan
- Keberadaan Allah sebagai raja dan imam juga diungkap dalam nubuat umat Allah yang menantikan pembaruan tempat pertemuan dengan-Nya (mis. bagian lain kitab Zakharia dan nubuat tentang Mesias sebagai Imam yang hidup).
- Gambaran tentang hubungan antara otoritas ilahi dan intermediasi imam juga muncul dalam kitab-kitab Hukum dan Nubuatan yang menyoroti tugas imam sebagai pengantara antara Allah dan umat.
Ayat-ayat terkait dan penjelasan singkat
• Ayat-ayat yang menyinggung peran imam dan raja sebagai satu kesatuan pemerintahan ilahi menekankan penyatuan fungsi. Penekanan: Allah hadir sebagai pusat otoritas yang meliputi keduanya.
• Ayat-ayat yang menonjolkan pembaruan tempat ibadah mengajak pembaca melihat pemulihan komunitas dalam hubungan dengan Allah melalui kehadiran-Nya yang terjamah di tengah umat.
Pemakaian praktis dan makna iman
Ayah-nya kita dapat merasakan bahwa Allah ingin memperbarui hubungan-Nya dengan umat melalui kehadiran-Nya yang terus-menerus dan melalui pemimpin rohani yang ditugaskan-Nya. Dalam konteks kita, ini menantang kita untuk menghormati otoritas Allah, menjaga kesetiaan, dan hidup dalam damai karena kehadiran-Nya sekarang juga bisa dirasakan melalui karya-Nya di tengah jemaat.
Catatan kutipan terkonfirmasi
Beberapa editorial kami menyebutkan ringkasan pendek dari karya para penafsir klasik untuk konteks historis dan teologis, namun kami tidak menampilkan kutipan panjang teks asli mereka di sini. Namun, catatan umum mereka menekankan makna simbolis antara kehadiran Allah, peran imam, dan tujuan keselamatan.
Inti doa dan penerapan: biarlah kehadiran Allah yang dinyatakan melalui Imam-Nya membentuk bagaimana kita hidup hari ini—menyerahkan hidup pada otoritas-Nya, menjalin damai dengan sesama, dan memelihara iman yang diarahkan pada keselamatan yang dinyatakan-Nya.