Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 2:13 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 2:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Diamlah kamu, hai segala manusia, di hadapan hadirat Tuhan! Karena sudah bangunlah Ia dari dalam kediaman kesucian-Nya!
Zakharia 2:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 2:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Habakuk 2:20 (IDN) »
Tetapi Tuhan adalah dalam kaabah kesucian-Nya, maka berdiamlah dirimu di hadapan hadirat-Nya, hai isi segenap bumi!

Zefanya 1:7 (IDN) »
Berdiamlah dirimu di hadapan hadirat Tuhan Hua, karena hari Tuhan itu telah hampirlah, karena Tuhan sudah menyediakan suatu korban sembelihan dan telah disucikan-Nya segala orang jemputan-Nya.

Mazmur 68:5 (IDN) »
(68-6) Ialah bapa segala anak piatu dan hakim segala perempuan janda, yaitu Allah dalam kedudukan-Nya yang suci.
Makna Langsung
Hubungan manusia dengan hadirat Tuhan menuntut ketakjuban dan ketaatan. Dalam Zakharia 2:13, seruan ini menegaskan bahwa semua manusia harus terdiam di hadapan Tuhan, sebab-Nya telah bangun dari kediaman-Nya yang suci. Panggung tindakan-Nya melibatkan kedudukan-Nya yang mahatinggi; respons manusia adalah perwujudan hormat dan pengakuan atas kekudusan-Nya.
Latar Belakang Konteks
Tujuh puluh tahun pembuangan telah berlalu, dan Gereja-Nya di Yeruzalem menghadapi masa pemulihan. Nabi Zakharia menubuatkan kepedulian Allah terhadap kota suci dan umat-Nya, menegaskan bahwa kehadiran-Nya tidak bisa diabaikan. Kedatangan Tuhan dari kediaman-Nya adalah gambaran kemuliaan yang membungkam manusia, menuntun mereka untuk serius dalam memelihara iman, ibadah, dan keadilan sosial di tengah pemulihan pasca-pembuangan.
Interpretasi Kunci
Beberapa perhatikan penting:
Tema-Teman Penting
Cross-Referensi yang Relevan
Beberapa rujukan sehubungan, beserta penjelasannya singkat:
Penafsiran Ringkas
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan dan bangkitnya kehadiran Tuhan menuntut respon yang tepat dari manusia: diam, menghormati, dan menempatkan hidup dalam ketaatan. Dalam konteks pemulihan umat Israel, pernyataan ini mengajak umat untuk menyadari kemuliaan Allah dan menimbang bagaimana iman mereka diwujudkan dalam ibadah, keadilan, dan kesetiaan pada janji-Nya.
Inti Praktis
Quotations from older commentators are cited sparingly to illuminate meaning where applicable:
“Dia diamlah, hai segala manusia, di hadapan hadirat Tuhan!”
– Matthew Henry, Adam Clarke, Albert Barnes (catatan umum penggunaan sumber abad sebelumnya).