Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 13:4 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 13:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka akan jadi pada hari itu, bahwa segala nabi itu akan malu melihat khayal dan bernubuat, dan tiada lagi mereka itu akan berpakaikan baju selimut kambeli akan menyamarkan dirinya.
Zakharia 13:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 13:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 3:4 (IDN) »
Adapun pakaian Yahya daripada bulu unta, dan ikat pinggangnya daripada kulit, dan makanannya belalang dan air madu hutan.

2 Raja-raja 1:8 (IDN) »
Maka sembah mereka itu kepada baginda: Bahwa ia seorang yang berpakaikan kain kambeli dan ikat pinggangnya dari pada kulit. Maka titah baginda: Bahwa ia itu Elia, orang Tisbi juga.

Yesaya 20:2 (IDN) »
pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepada Yesaya bin Amos, firman-Nya: Pergilah engkau, tanggalkanlah kain kambeli itu dari pada pinggangmu dan lepaskanlah kasut itu dari pada kakimu. Maka dibuatnya demikian, lalu berjalanlah ia dengan telanjang dan dengan tiada berkasut.
Zakharia 13:4 (IDN) — “Maka akan jadi pada hari itu, bahwa segala nabi itu akan malu melihat khayal dan bernubuat, dan tiada lagi mereka itu akan berpakaikan baju selimut kambeli akan menyamarkan dirinya.”
Pengantar konteks: Pasal 13 menyingkapkan pemurnian umat Israel pasca-pertobatan, menghapus praktik berbohong dan menyingkirkan nubuat-nubuat yang berbau makna duniawi. Ayat ini menggambarkan perubahan besar pada masa itu: nabi-nabi yang semula menampilkan diri dengan atribut tertentu (selimut kambing) akan kehilangan malu karena nubuat-nubuat palsu tidak lagi diperlukan ketika Musa memberi jalan bagi sang Mesias. Dalam konteks pasal ini, Allah menyingkirkan penyamaran dan menumbangkan motivasi keliru dalam pelayanan palsu, mengarahkan umat pada kebenaran yang berpusat pada Firman Allah yang nyata.
Sebuah pemaknaan inti
Ayat ini menekankan bahwa pada hari Tuhan, semua nabi palsu akan malu karena khayal dan nubuat mereka tidak lagi relevan. “Khayal” (khayal/imaginasinya) menunjukkan bahwa nubuat-nubuat mereka tidak berdasar sehingga mereka tidak lagi memiliki legitimasi, apalagi bisa menyamarkan diri dengan atribut lahiriah. Tuhan membedakan antara nubuat yang berasal dari Allah dan dugaan manusia. Ini menandai transisi dari masa penyingkapan nubuat palsu menuju kehadiran kebenaran Allah yang tunggal tercermin dalam firman-Nya yang benar.
Tema utama
Wawasan dari karya para komentator terdahulu
Para penafsir publik domain cenderung menekankan pemurnian penyembahan dan pembeda antara nubuat yang berasal dari Allah dengan khayalan manusia. Mereka mengingatkan bahwa kehadiran Mesias menjadikan ukuran kebenaran tidak lagi bergantung pada tanda lahiriah semata, melainkan pada kesetiaan terhadap Firman Allah. Dari catatan para komentator terdahulu, peringatan ini juga dapat dipahami sebagai ajaran untuk menjaga umat agar tidak mudah terpikat oleh suku kata yang indah, jika tidak didasarkan pada kehendak Allah yang sejati.
2-3 silang referensi yang relevan
1) Maleakhi 3:1–5 — Allah akan datang untuk menyucikan, memurnikan persembahan sehingga segala nubuat palsu dan penyalahgunaan peran rohani diadili. Penekanan pada pemurnian sejati sejalan dengan ayat ini.
2) 2 Tesalonika 2:3–4 — nubuat palsu dan kedatangan antikristus, yang menonjolkan penyangkalan terhadap keutuhan nubuat murni, memperkuat gagasan bahwa kebenaran Allah akan menyingkirkan penipuan rohani.
3) 1 Yohanes 4:1 — ajakan menguji roh-roh untuk membedakan antara roh yang berasal dari Allah dan roh yang tidak, menekankan kehati-hatian umat dalam menerima nubuat.
Refleksi praktis
Pagi ini, kita diajak menilai sumber kebenaran kita. Apakah kita menimbang ajaran-ajarannya berdasarkan firman yang teruji dan hidup dalam relasi dengan Allah? Saat God menyingkapkan kebenaran-Nya, kita diajak menjauhi penyamaran keagamaan yang hanya bernilai lahiriah, serta merangkul ketaatan yang lahir dari kasih kepada Kristus.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pada hari Tuhan, nubuat palsu dan khayalan manusia akan kehilangan legitimasi, sehingga para nabi yang berperan dalam arti duniawi akan malu dan tidak bisa lagi menyamarkan diri dengan atribut keliru. Inti pesan adalah pemurnian sejati: Allah mengarahkan umat pada kebenaran-Nya yang hidup dan menyingkirkan simbol-simbol palsu yang dulu dipakai untuk menutupi ketidaksetiaan.