Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 12:10 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 12:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi kepada isi istana Daud dan kepada orang isi Yeruzalem Aku akan mencurahkan Roh rahmat dan permintaan doa; dan mereka itu akan memandang kepadaku, yang telah ditikamnya, dan mereka itu akan meratap akan dia, selaku peratap akan anak laki-laki yang tunggal, dan mereka itu akan menangisi dia tersedih-sedih, selaku orang menangisi anak sulung.
Zakharia 12:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 12:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 1:7 (IDN) »
Tengoklah, Ia datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap. Bahkan, Amin.

Yehezkiel 39:29 (IDN) »
Maka tiada lagi Aku menyamarkan wajah-Ku dari pada mereka itu, apabila sudah Kutuang Roh-Ku kepada bangsa Israel, demikianlah firman Tuhan Hua!

Yoel 2:28 (IDN) »
Maka kemudian dari pada itu akan jadi, bahwa Aku mencurahkan Roh-Ku kepada segala manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat dan orang tua-tuamu akan bermimpi, dan orang terunamu akan melihat beberapa khayal;
Mengapa Zakharia 12:10 penting bagi pembaca Indonesia
Ayat ini menyoroti momen harapan ketika Tuhan mencurahkannya kasih karunia melalui Roh, sehingga umat Allah yang tinggal di Yerusalem mulai menyadari identitas Mesias yang telah ditikam. Dalam konteks pasal 12, umat menghadapi ancaman dan kegoncangan, namun Allah menjanjikan pemulihan rohani melalui limpahan Roh. Ayat ini menandai titik balik: kesedihan karena pengkhianatan diganti dengan pengakuan akan Dia yang disalibkan, dan dengan respons doa serta permohonan yang lahir dari hati yang tunduk pada Allah.
Konsep inti dalam konteks aslinya
Naskah Zakharia pasal 12 menggambarkan Yerusalem yang terdekat dengan bahaya, tetapi juga menjadi tempat di mana Allah bekerja secara supranatural untuk mengubah hati umat-Nya. Ayat 10 menekankan dua unsur utama: (1) curahan Roh rahmat dan permintaan doa bagi isi istana Daud dan isi Yerusalem; (2) pengenalan akan Dia yang telah ditikam, disertai ratapan yang mendalam seperti peratap anak sulung. Penguatan ini menegaskan bahwa penebusan rohani datang melalui kedalaman pengakuan akan kesalahan, pengharapan pada Allah, dan respons doa yang lahir dari hubungan pribadi dengan-Nya.
Pesan utama dan tema-teama utama
Pengajaran dari tokoh penafsir klasik (singkat)
Penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menyeberangi antara penghakiman dan pemulihan. Mereka melihat curahan Roh sebagai tindakan Allah yang membentuk hati umat-Nya agar mereka menyadari identitas mereka sebagai bangsa yang ditebus oleh Sang Mesias. Mereka juga menekankan bahwa ratapan bukan sekadar penyesalan, melainkan respons hati yang terarah kepada Allah untuk perbaikan hubungan dengan-Nya.
Beberapa silang-rujukan penting
Penjelasan singkat silang-rujukan: Yesaya menekankan makna penebusan melalui penderitaan Mesias; Roma menegaskan pemulihan rohani bagi umat pilihan; Zakharia lanjutkan dengan pemurnian hati melalui Roh bagi umat yang masih hidup pada masa itu.
Akhirnya: refleksi devosi
Ayat ini mengajak kita melihat bagaimana Allah bekerja melalui Roh untuk menumbuhkan doa yang tulus, serta membentuk umat-Nya agar meratap dengan penekanan pada pengakuan akan karya Mesias. Dalam konteks gereja, kita diajak untuk hidup dalam ketergantungan pada roh ramah, berharap pada karya penebusan Kristus, dan merespons dalam doa yang sengaja membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.