Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 4:22 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 4:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan Obed beranak Isai dan Isai beranak Daud.
Rut 4:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 4:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 16:1 (IDN) »
Sebermula, maka berfirmanlah Tuhan kepada Semuel demikian: Berapa lamakah engkau bercintakan Saul, yang sudah Kubuang juga, supaya jangan lagi ia raja atas orang Israel? Isilah olehmu akan tandukmu dengan minyak yang harum, lalu pergilah, maka Aku hendak menyuruhkan dikau kepada Isai, orang Betlehem itu, karena Aku sudah melihat di antara segala anaknya laki-laki akan seorang raja bagi-Ku.

Yesaya 11:1 (IDN) »
Karena dari pada batang Isai yang tunggul itu akan terbit suatu pucuk dan suatu taruk dari pada akarnya akan berbuah.

Interpretive Point: Obed beranak Isai, dan Isai beranak Daud
Pada akhirnya kisah Rut menyudahi dengan garis silsilah yang menegaskan kelanjutan rencana Allah melalui keluarga Raja Daud. Ayat Rut 4:22 menyatakan secara singkat butir kelahiran keturunan: "dan Obed beranak Isai dan Isai beranak Daud." Meskipun singkat, rangkaian nama ini menegaskan penyatuan bangsa melalui fikiran iman: dari Rut, seorang perempuan Moab, lahir nenek moyang Daud, raja Israel yang menjadi pusat rencana keselamatan Allah dalam Perjanjian Allah dengan Israel. Ayat ini menutup kitab Rut dengan janji pemuliaan keturunan yang membawa glori bagi masa depan Israel dan, dalam konteks Kekristenan, persiapan bagi kedatangan Kristus yang turun dari garis Daud.
Konteks karya sastra dan alur naratif
Kitab Rut dimulai dalam masa kelaparan dan kemiskinan, lalu bergerak melalui loyalitas, kesetiaan, dan penyertaan Tuhan meski melalui peristiwa hidup yang berat. Bab terakhir menegaskan bahwa Lo sangat penting untuk menggambarkan bagaimana Tuhan membentuk garis keturunan yang tampaknya berdiri di luar rencana manusia. Rut, seorang wanita asing, menjadi bagian dari rencana Allah dalam membawa keturunan yang akhirnya menjadi nenek moyang Daud. Dalam tanda akhir ini, imajinasi pembaca dipandu mengakui bahwa pekerjaan Allah sering berjalan melalui jalan-jalan yang tampaknya tidak biasa.
Makna teologis
Beberapa tema teologis menonjol: penyertaan Allah atas bangsa-Nya melalui garis keturunan; bagaimana iman dan loyalitas menapaki warisan berkat; serta persatuan antara bangsa-bangsa dalam rencana Mesias. Obed, sebagai anak dari Boas dan Rut, menandai kelahiran garis keturunan yang relevan dengan janji Allah kepada Abraham. Ketika Daud lahir dari garis ini, maka masa kerajaan dan janji keselamatan melalui Daud pun terikat pada karya Allah yang tetap setia meski manusia berusaha menghadapNya.
Kontak antar Kitab dan ayat terkait
Beberapa rujukan silang yang relevan:
Hubungan-hubungan ini menegaskan bahwa dorongan spiritual kitab Rut berlangsung hingga catatan silsilah yang mempersiapkan kedatangan Mesias.
Pertanyaan refleksi
Intisari dan penghubung ke Keselamatan
Rut 4:22 menutup kisah dengan penyataan sederhana tetapi kuat: Obed lahir, lalu Isai, kemudian Daud. Baris-baris ini menegaskan bahwa Tuhan membangun rencana-Nya secara berjenjang lewat keluarga manusia biasa. Dari kisah Rut, kita melihat bagaimana iman, kesetiaan, dan penyertaan Allah membentuk garis keturunan yang akhirnya membawa kepada kedatangan Kristus sebagai puncak penggenapan janji Allah kepada bangsa Israel dan kepada semua bangsa.
Cuplikan pandangan para komentator klasik yang menyoroti arah tema ini:
Matthew Henry menyoroti bagaimana Allah bekerja lewat orang-orang biasa untuk mewujudkan rencana besar-Nya. Albert Barnes menekankan bahwa silsilah ini menunjukkan pemenuhan janji Allah dalam sejarah manusia. Adam Clarke menambahkan bahwa karya Tuhan sering melalui jalur yang tidak terduga, tetapi tetap mantap.
Quotations from these sources are not provided in full here; their general insights affirm the idea bahwa silsilah dan kelahiran Daud dari Ruth menegaskan ketaatan Allah yang membentuk rencana keselamatan.