Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 4:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan Salmon beranak Boaz dan Boaz beranak Obed,
Rut 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 4:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 1:5 (IDN) »
maka Salmun dengan Rahab memperanakkan Boaz; dan Boaz memperanakkan Obed dengan isterinya bernama Rut; dan Obed memperanakkan Isai.


Rut 4:21 — Mengapa ayat ini penting
Ayat singkat ini menutup garis silsilah Rut dan menegaskan kelanjutan garis keturunan yang membawa pada konteks mesianik umat Israel. Dalam cerita buku Rut, penguatan hubungan manusiawi, penjagaan Allah terhadap garis keturunan, serta kemurahan dan ketaatan Nini Rut berujung pada pembukaan jalan bagi raja-raja Israel. Ayat ini mengingatkan kita bahwa karya Allah sering bekerja melalui komunitas keluarga dan pernikahan, bukan hanya melalui tokoh utama yang menonjol. Dalam konteks kitab Rut, ayat ini menegaskan bahwa Allah memelihara jalur keturunan yang akhirnya berujung pada kelahiran Daud, yang berkait erat dengan janji Allah kepada bangsa-Nya.
Latar belakang asli dan makna utama
Pada bab akhir Rut, sebutan nama Salmon, Boaz, dan Obed menandai kelanjutan garis keturunan dari Elimelekh melalui Rut hingga Boaz dan Obed. Salmon beroleh Boaz melalui hubungan dengan Rut, dan Boaz beroleh Obed sebagai anaknya. Ringkasnya, ayat ini menegaskan bahwa Rut menyiapkan jalan bagi kelahiran Obed, yang menjadi ayah dari Isai, ayah Daud. Struktur naratif ini menekankan bahwa ketaatan orang asing yang setia kepada Allah Israel memiliki tempat dalam rencana keselamatan-Nya dan bahwa berkat-Nya sering lewat cara yang tidak selalu tampak jelas di permukaan.
Ayat ini menonjolkan beberapa tema penting: - Pemeliharaan ilahi atas garis keturunan: Allah bekerja melalui pilihan manusia untuk melanjutkan garis keturunan yang menyelamatkan. - Kasih setia dan ketaatan: Rut dan Boaz menggambarkan integritas, kepercayaan kepada Allah, dan kasih sesama dalam tatanan komunitas. - Janji Allah tentang keturunan: melalui Boaz dan Obed, janji keselamatan berlanjut melalui garis Daud, yang menjadi figur penting dalam konteks perjanjian Allah dengan bangsa Israel.
Beberapa penafsir Perjanjian Lama menekankan bahwa rahasia ketaatan Rut dan kemurahan Boaz membuka pintu bagi rencana Mesias. Dalam karya-karya para komentator publik domain, mereka menyoroti bagaimana hubungan keluarga dan hak waris disatukan dalam rencana Allah. Ringkasnya, ayat ini menegaskan bahwa pelbagai tokoh biasa dipakai Allah untuk membangun garis keturunan yang akhirnya bernilai bagi keselamatan umat manusia.
Ketika kita melihat silsilah ini, kita diajak percaya bahawa Allah memelihara jalan kita meski kita hanya melihat langkah-langkah kecil. Ketaatan Rut, kesetiaan Boaz, dan kebenaran Allah saling terkait untuk membentuk jalan menuju Mesias. Biarlah kita meneladani mereka: taat kepada Allah dalam situasi sederhana, percaya pada rencana-Nya, dan melayani sesama dengan kasih.
Catatan kutipan singkat (jika diperlukan): Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bagaimana Allah menggunakan orang biasa untuk urusan-Nya yang besar, tanpa mengurangi kehendak dan tanggung jawab manusia dalam tindakan iman. (Kutipan langsung singkat tidak diambil secara penuh demi menjaga format konten.)