Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 4:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan Aminadab beranak Nahesyon dan Nahesyon beranak Salmon,
Rut 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 4:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 1:4 (IDN) »
maka Aram memperanakkan Aminadab; dan Aminadab memperanakkan Nahsyun; dan Nahsyun memperanakkan Salmun;


Mengapa Ayat Rut 4:20 Penting
Rut 4:20 menandai kelanjutan garis keturunan raja-raja Israel melalui keluarga Boas, yaitu Aminadab, Nahesyon, dan Salmon. Ayat ini menjembatani kisah wanita asing Rut dengan rencana keselamatan yang lebih luas melalui garis keturunan Daud. Bagi pembaca Indonesia, ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui fakta-fakta kecil dalam sejarah manusia untuk membawa kemuliaan bagi umat-Nya, termasuk lahirnya tokoh-tokoh yang relevan dalam nubuat Mesias.
Latar Belakang Asli
Dalam kitab Rut, catatan silsilah terpenting di bagian akhir menunjukkan garis keturunan yang menghubungkan Rut dan Boas dengan Aminadab, Nahesyon, serta Salmon. Generasi ini tidak sekadar daftar nama; ia menegaskan keabsahan garis darah raja-raja Israel yang akhirnya berujung pada Daud. Melalui perkenalan ini, pembaca melihat dinamika Allah yang mengarahkan takdir umat-Nya melalui hubungan manusia biasa.
Inti Pesan Ayat
Pesan utama adalah kesinambungan dan kesetiaan Allah dalam memelihara garis keturunan yang terlibat dalam rencana keselamatan umat manusia. Ayat ini mengingatkan kita bahwa bahkan silsilah manusiawi memiliki makna teologis: setiap orang berperan dalam rencana Allah, meski peran itu sering terlihat kecil atau tersembunyi.
Pilar Tema yang Terkait
- Pemeliharaan ilahi melalui keturunan: Allah memakai garis keturunan untuk membentuk kemuliaan-Nya di masa depan.
- Ketetapan Allah di tengah kehidupan nyata: peristiwa sejarah biasa (kelahiran anak) menjadi bagian dari karya besar Allah.
Hubungan Alkitabiah (cross-references)
Acuan Penafsir Klasik (singkat)
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa penyajian genealogis di akhir Rut menegaskan ketetapan Allah dalam menyiapkan garis Mesias. Mereka menekankan bahwa Allah bekerja dalam sejarah manusia melalui rutinitas sehari-hari—perjodohan, kelahiran, dan pewarisan—untuk menyatakan kasih-Nya kepada umat-Nya hingga kedatangan Kristus.
Beberapa kutipan pendek yang relevan dari tokoh-tokoh tersebut adalah sebagai berikut:
Renungan Devos Singkat
Pada hari-hari biasa kita sering melihat peristiwa kecil sebagai kebetulan. Rut 4:20 mengajak kita melihat bagaimana masa depan umat Allah berakar pada iman dan ketaatan generasi-generasi sebelumnya. Allah yang memulai pekerjaan-Nya melalui keluarga-keluarga sederhana tetap setia mengarahkan langkah-langkah kita menuju tujuan-Nya yang lebih besar. Dalam kehadiran-Nya, setiap garis keturunan memiliki makna, karena Allah menyusun kisah-Nya dengan penuh kasih dan hikmat.