Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Roma 8:1 Roma 8:2 Roma 8:3 Roma 8:4 Roma 8:5 Roma 8:6 Roma 8:7 Roma 8:8 Roma 8:9 Roma 8:10 Roma 8:11 Roma 8:12 Roma 8:13 Roma 8:14 Roma 8:15 Roma 8:16 Roma 8:17 Roma 8:18 Roma 8:19 Roma 8:20 Roma 8:21 Roma 8:22 Roma 8:23 Roma 8:24 Roma 8:25 Roma 8:26 Roma 8:27 Roma 8:28 Roma 8:29 Roma 8:30 Roma 8:31 Roma 8:32 Roma 8:33 Roma 8:34 Roma 8:35 Roma 8:36 Roma 8:37 Roma 8:38 Roma 8:39



Makna langsung Roma 8:5 (IDN)
Orang yang hidup menurut tabiat duniawi memusatkan pikirannya pada hal-hal duniawi, sementara orang yang hidup menurut Roh memusatkan pikirannya pada hal-hal rohani.
Latar konteks singkat
Dalam surat Rasul Paulus, pasal 8 membedakan dua pola hidup: hidup sesuai daging (tabiat duniawi) dan hidup dipimpin Roh Allah. Ayat ini menegaskan bahwa pola pikir kita menentukan arah hidup kita. Hidup dalam Roh menghasilkan pandangan yang berfokus pada nilai kekal, kebenaran Allah, dan tujuan- tujuan surgawi, sementara pola pikir duniawi cenderung menimbang hal-hal yang bersifat sementara dan material.
Pengamatan interpretatif
Garis besar tematik
Rujukan silang yang relevan
Kolose 3:2 – Mengingatkan agar pikirkan perkara yang di atas, bukan perkara yang di bawah. Maksudnya memusatkan perhatian pada hal-hal surgawi yang membentuk perilaku hidup kita.
2 Korintus 10:5 – Pengecualian pikiran: kita menaklukkan segala pikiran dan megubahnya agar selaras dengan kepatuhan kepada Kristus.
Galatia 5:16 – Berjalan dalam Roh menghasilkan hidup yang tidak menerima kepatuhan pada daging; menegaskan perbedaan antara hidup rohani dan duniawi.
Kutipan singkat (sumber patokan) — catatan
Dari para komentator publik domain, beberapa potongan pendek yang relevan mungkin berisi frasa seperti “pikiran dunia” dan “pikiran rohani,” yang menggambarkan dua pola hidup. Ketergantungan pada terjemahan IDN menekankan perbedaan orientasi batin antara memikirkan hal-hal duniawi dan hal-hal rohani.
Arah praktis yang berhikmat
Larutkan pola pikir rohani melalui kepatuhan pada firman Allah, doa, dan kehidupan komunitas iman. Luangkan waktu untuk renungan iman tentang hal-hal kekal, sehingga kebiasaan berpikir rohani meneguhkan tindakan sehari-hari dalam Kristus.
Inti pengajaran
Roma 8:5 mengajak pembaca untuk menilai pola pikir sebagai dasar hidup: pola pikir duniawi menuntun ke arah hal-hal dunia, sedangkan pola pikir rohani menuntun ke arah hal-hal Allah. Pilihan hidup kita tercermin dari bagaimana kita membentuk pola pikir.