Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 6:14 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 6:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena dosa itu tiada lagi dapat kuasa atasmu, sebab kamu bukannya di bawah Taurat, melainkan di bawah anugerah.
Roma 6:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 6:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 8:2 (IDN) »
Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu.

Galatia 5:18 (IDN) »
Tetapi jikalau kamu dipimpin oleh Roh, maka tiadalah kamu di bawah syariat Taurat.

Ibrani 8:10 (IDN) »
Karena inilah Perjanjian yang hendak Kujanjikan kepada segala isi rumah Israel kemudian daripada masa itu, firman Tuhan; maka Aku akan memasukkan hukum-hukum-Ku ke dalam ingatan mereka itu, dan di dalam hati mereka itu juga akan Kusuratkan itu, dan Aku akan menjadi Tuhan kepada mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum kepada-Ku.
Roma 6:14 (IDN): Ringkasan Pembaca
Ayat ini menegaskan bahwa bagi orang percaya, kuasa dosa tidak lagi memerintah karena mereka hidup di bawah anugerah Allah, bukan di bawah hukum Taurat semata. Kemenangan itu lahir dari identitas Kristen dalam Kristus dan karya-Nya yang membebaskan dari belenggu dosa.
Ayat dalam konteks pasal
Roma 6 menyoroti hubungan antara kematian dengan Kristus, pembaruan hidup, dan kebebasan dari kuasa dosa. Paulus menegaskan bahwa melalui kematian dan kebangkitan Kristus, orang percaya telah mengalami kematian terhadap kehidupan lama dalam dosa serta hidup baru dalam buah roh. Ayat 14 menegaskan transisi from hukum torat ke anugerah, menunjukkan bahwa anugerah Allah mengalihkan kendali dosa atas hidup kita.
Sintesis pelajaran rohani utama
Inti ajaran ayat ini adalah bahwa kebenaran Kristus membebaskan umat percaya dari dominasi dosa. Ketaatan yang dulu lahir dari ketakutan hukum Taurat digantikan oleh respons hati yang hidup dalam kasih karunia. Anugerah bukan mengabaikan kekudusan, melainkan memperbaharui hati sehingga dosa tidak lagi menguasai dengan paksa.
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Inti hubungan ini adalah penggeseran sumber keselamatan: dari upaya memenuhi hukum secara sempurna menuju penerimaan kasih karunia yang mengubah motif hati dan tindak nyata.
Penerapan praktis
• Renungkan identitas kita di dalam Kristus: kita bukan lagi bawah dominas dosa, tetapi di bawah anugerah yang mengubah keinginan dan tindakan.
• Latih hidup dalam kasih karunia melalui disiplin rohani seperti doa, firman, dan komunitas; biarkan kasih Allah membentuk norma hidup kita.
• Hati-hati terhadap kemunafikan: beragon-agon di bawah hukum tanpa transformasi hati tidak membawa pembaruan nyata; anugerah bekerja dalam memperbaharui tujuan hidup.
Pengantar silang-referensi singkat (3 kutipan konteks)
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini menegaskan bahwa keselamatan dan hidup benar berawal dari kasih karunia Allah, yang membentuk kita agar semakin menyerupai Kristus, bukan sekadar memenuhi kewajiban hukum.
Penutup ringkas
Roma 6:14 menegaskan kebenaran penting: dosa tidak lagi memegang kendali atas hidup kita karena kita hidup di bawah anugerah. Kemenangan ini tidak meminimkan kekudusan, melainkan memperkuat motivasi untuk hidup kudus sebagai respons kasih Allah dan identitas baru dalam Kristus.
Catatan interpretasi singkat: Kutipan utama dari para komentator publik-domain yang relevan mencakup gagasan bahwa anugerah meniadakan dominasi hukum tanpa menghapus standar kekudusan, seperti dinyatakan para tokoh klasik. Tidak ada kutipan panjang yang disertakan di luar gambaran umum, namun nuansa inti dari karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke diserap dalam pemaparan mengenai kebebasan yang disebabkan oleh anugerah dan pembaruan hati.