Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Roma 1:1 Roma 1:2 Roma 1:3 Roma 1:4 Roma 1:5 Roma 1:6 Roma 1:7 Roma 1:8 Roma 1:9 Roma 1:10 Roma 1:11 Roma 1:12 Roma 1:13 Roma 1:14 Roma 1:15 Roma 1:16 Roma 1:17 Roma 1:18 Roma 1:19 Roma 1:20 Roma 1:21 Roma 1:22 Roma 1:23 Roma 1:24 Roma 1:25 Roma 1:26 Roma 1:27 Roma 1:28 Roma 1:29 Roma 1:30 Roma 1:31 Roma 1:32



Roma 1:21 (IDN) — Ringkasan Pembaca
Ayat ini menyoroti kerusakan buah dari mengenal Allah dalam nurani manusia: walau ada pengenalan akan kehadiran serta kebesaran-Nya, manusia gagal memberi kemuliaan dan ucapan syukur yang sepadan. Ketidaktaatan ini berakar pada pikiran yang sia-sia dan hati yang bebal, sehingga jauh dari terang ilahi yang seharusnya menuntun hidup.
Dalam konteks pasal 1
Roma pasal 1 menggambarkan penolakan manusia terhadap pewartaan Allah melalui alam dan terang hati nurani. Ketika manusia memilih menyelewengkan akal sehat dan menoleransi kejahatan, keadaan mereka makin memburuk: mereka menukar kemuliaan Allah dengan ciptaan, dan akhirnya hidup dalam kebodohan rohani. Ayat 21 menegaskan bahwa meski mengenal Allah, manusia tidak memberi kemuliaan dan tidak mengucap syukur. Sindiran penting: pengenalan tanpa respons iman menghasilkan jalan keluar yang nihil bagi hidup manusia.
Gagasan utama ayat ini
Persandingan dengan komentar para pakar Pandora (publik domain)
Beberapa penafsir klasik menyoroti bahwa pengetahuan tentang Allah, bila tidak direspon dengan syukur dan kemuliaan, menimbulkan kemerosotan moral. Dalam pandangan Matthew Henry, tindakan manusia yang membusungkan diri terhadap ciptaan menunjukkan kedekatan hanya pada penampilan lahiriah, bukan pada kemuliaan Hakiki Allah. Albert Barnes menekankan bahwa kehilangan kepekaan rohani berakar pada ketidakpatuhan hati yang menggelapkan pikiran. Adam Clarke menambahkan bahwa kebodohan rohani bukan karena kurangnya informasi, tetapi karena pengabaian kebenaran yang telah terlihat melalui alam dan nurani.
Quotasi singkat yang relevan (tanpa kutipan penuh teks):
“...mereka mengenal Allah, tetapi tidak memuliakan Dia” (parafrase dari pandangan umum para komentator publik domain).
Ayat-ayat silang yang relevan
Penjelasan singkat hubungan: semua menyiratkan bahwa pengenalan Allah membawa tanggung jawab responsif—kemuliaan, syukur, dan hidup yang tunduk pada kebenaran-Nya.
Pelajaran rohani utama
Di balik ayat ini terkandung panggilan untuk tidak sekadar mengetahui Allah secara informasi, melainkan membiarkan iman mengubah pola hidup. Kemuliaan Allah dan ucapan syukur tidak boleh dipisahkan dari cara kita merespons dzikir harian, pekerjaan, dan hubungan dengan sesama. Ketidakmampuan untuk mensyukuri menunjukkan bahwa kemuliaan Allah tidak menjadi kenyataan dalam batin, sehingga manusia hidup dalam kegelapan moral.
Pengaplikasian praktis
Ringkasan penutup
Roma 1:21 mengajak pembaca melihat bahwa pengetahuan tentang Allah membawa tanggung jawab. Pengakuan tanpa respons iman—muliakan Allah dan bersyukur—mengarah pada hati yang menuntun hidup dalam kegelapan. Namun, terang kasih Allah tetap tersedia bagi setiap orang yang membuka diri untuk menyatakan kemuliaan-Nya melalui hidup yang taat dan bersyukur.