Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Roma 1:1 Roma 1:2 Roma 1:3 Roma 1:4 Roma 1:5 Roma 1:6 Roma 1:7 Roma 1:8 Roma 1:9 Roma 1:10 Roma 1:11 Roma 1:12 Roma 1:13 Roma 1:14 Roma 1:15 Roma 1:16 Roma 1:17 Roma 1:18 Roma 1:19 Roma 1:20 Roma 1:21 Roma 1:22 Roma 1:23 Roma 1:24 Roma 1:25 Roma 1:26 Roma 1:27 Roma 1:28 Roma 1:29 Roma 1:30 Roma 1:31 Roma 1:32



Roma 1:12 (IDN)
Iman yang teruji dan saling mempercayakan satu sama lain dalam komunitas percaya. Ayat ini muncul dalam konteks Paulus menegaskan penerimaan kasih Allah terhadap semua bangsa melalui Injil, serta panggilan gereja untuk saling menguatkan melalui iman. Paus menegaskan bahwa tujuan kunjungan dan pelayanan misioner adalah agar iman satu sama lain diperteguh, bukan hanya untuk pribadi masing-masing.
Inti Ayat dan Pengajaran Allah
Ayat ini menekankan dua hal: kasih karunia Allah bekerja di antara umat percaya, dan kebutuhan kita untuk saling membangun iman. Allah tidak menyelamatkan kita sebagai individu terisolasi, melainkan mempersatukan kita dalam tubuh Kristus sehingga iman kita saling menguatkan. Dalam konteks Roma, iman tidak hanya menjadi hubung pribadi dengan Tuhan, tetapi juga kekuatan komunitas yang mendorong ketekunan di tengah tantangan.
Kata-Kata dan Gambaran Penting
“maka aku dengan kamu bersama-sama dapat dikuatkan oleh iman masing-masing” menunjukkan simbiosis iman: imanmu memberi dukungan bagi imanku, dan sebaliknya. Gambaran iman sebagai sumber kekuatan bukan soal persaingan rohani, tetapi saling memikul beban dan menaikkan salam kekuatan ilahi melalui komunitas percaya.
Rujukan Terkait (cross-references)
Penjelasan singkatnya: Rujukan-rujukan ini menegaskan bahwa iman yang hidup memerlukan hubungan serius antar sesama percaya; kekuatan yang kita terima bukan semata dari Tuhan kepada individu, tetapi melalui interaksi kasih dalam komunitas Kristus.
Penafsiran menurut tokoh-tokoh berbahasa Inggris berbahasa bebas hak cipta
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa persahabatan iman memperkaya rohani kita. Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bahwa tujuan Rome2:12 adalah tendorongan moral dan spiritual, bukan hanya penguatan pribadi. Mereka menyoroti pentingnya kedamaian jemaat, kesatuan dakwah, dan saling menanggung beban. Dalam bacaan mereka, iman menjadi hadiah yang tumbuh ketika warga jemaat hidup dalam kasih dan saling menguatkan.
Pemahaman praktis untuk masa kini
Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari
Ingatlah bahwa iman bukan hanya dimiliki sendiri, tetapi juga dirayakan dan diperkaya lewat interaksi dengan sesama percaya. Carilah kesempatan untuk menjadi pendukung iman orang lain dan terbuka terhadap dukungan mereka. Dengan demikian, iman kita diperkaya, dan kemuliaan Allah dinyatakan melalui perilaku kasih yang nyata.
Referensi maknanya: Roma 1:12, hubungan dengan Efesus 4 dan 1 Korintus 12. Filosofi ini menuntun jemaat untuk hidup dalam persatuan iman yang saling memperkuat, demi pertumbuhan rohani bersama.