Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 3:7 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 3:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
"Suratkanlah kepada malaekat sidang jemaat yang di Filadelfia seperti yang demikian: Inilah sabda daripada Dia yang kudus dan yang benar, yang memegang anak kunci Daud, yang membuka, dan tiada seorang pun dapat menutup, dan yang menutup, tiada dapat seorang pun membuka:
Wahyu 3:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 3:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 22:22 (IDN) »
Dan anak kunci istana Daud Kububuh kelak di atas bahunya, dan iapun akan membuka, maka seorangpun tiada akan menutup, dan iapun akan menutup, maka seorangpun tiada akan membuka.

Wahyu 1:18 (IDN) »
dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.

Matius 16:19 (IDN) »
Maka Aku akan memberi kepada engkau anak kunci kerajaan surga; dan barang apa yang engkau ikatkan di atas bumi, itu pun terikat juga di surga, dan barang apa yang engkau orakkan di atas bumi, itu pun terorak juga di surga."
Wahyu 3:7 (IDN)
Pengantar setempat: Surat kepada jemaat di Filadelfia disampaikan melalui malaikat sidang serta diucapkan oleh Dia yang kudus dan yang benar, pemegang kunci Daud, pembuka pintu yang tidak dapat ditutup, dan penutup pintu yang tidak dapat dibuka. Gambaran ini menegaskan otoritas Allah yang berkenan memetakan jalan bagi umat-Nya serta menegaskan dukungan-Nya bagi jemaat yang setia.
Makna inti teks
Ada dua unsur kunci di sini: kekuasaan pembukaan dan penutupan pintu, serta identitas sang pembicara. Dia adalah yang kudus dan benar, berarti Allah tidak mengikutsertakan kepalsuan; pekerjaan-Nya adalah sempurna dan dapat dipercaya. Pemegang “anak kunci Daud” menandakan otoritas untuk membuka pintu berhubungan dengan keselamatan, persekutian dengan Allah, dan akses kepada berkat-Nya. Tidak ada manusia yang dapat menutup apa yang telah dibuka-Nya, dan tidak ada yang dapat membuka apa yang telah ditutup oleh Dia. Gambaran ini menguatkan iman jemaat Filadelfia bahwa meskipun ada tantangan dari dunia, Allah memegang kendali akhir atas pintu-pintu berkat-Nya.
Istilah dan gambar penting
Rujukan relevan dalam Alkitab
Beberapa ayat terkait yang menegaskan tema pintu dan otoritas ilahi, tanpa mengutip teks secara utuh: - Yesaya 22:22 menekankan quyền mengikat dan membuka pintu yang hanya dimiliki oleh Allah dan utusan-Nya; menyejajarkan kuasa-Nya dalam mengatur akses kepada berkat-Nya. - Matius 16:19 menegaskan pemberian kunci kerajaan sorga kepada Petrus, sebagai simbol otoritas untuk membuka dan menutup dalam konteks iman dan persekutuan. - Wahyu 1:18 dan Wahyu 3:8 memperkuat gambar Kristus sebagai yang memegang kunci kehidupan dan pintu-pintu berkat bagi jemaat-Nya yang setia.
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan menampilkan tema aksesilitas persekutuan dengan Allah melalui otoritas ilahi, yang diberikan kepada umat-Nya menurut rencana-Nya.
Implikasi praktis untuk jemaat sekarang
Otoritas Allah atas pintu berkat mengundang jemaat untuk: - Memupuk iman yang teguh pada janji-Nya, terutama ketika pintu kesempatan kelihatannya tertutup. - Menjaga hidup kudus dan setia, sebab ketaatan menegaskan identitas sebagai milik-Nya dan membuka peluang berkat-Nya. - Berani berharap dan berserah pada penyertaan-Nya, karena tidak ada hal yang dapat mencegah rencana-Nya bagi mereka yang percaya.
Intisari singkat
Wahyu 3:7 menegaskan Allah yang kudus dan benar memiliki otoritas mutlak atas akses kepada keselamatan dan persekutuan dengan-Nya. Ia memegang kunci Daud—pemegang kendali pintu bagi berkat ilahi. Sikap iman jemaat adalah percaya, taat, dan bergantung pada rencana-Nya yang tidak dapat diubah oleh manusia maupun kuasa dunia.
Catatan: Dalam tradisi komentar publik-domain, konsep “kunci Daud” telah dipakai untuk menggambarkan otoritas messianik dan kepemilikan pintu-pintu berkat Allah. (Merujuk pada pemaknaan umum dalam karya-karya Henry, Barnes, Clarke yang menekankan kedaulatan Allah atas pintu-pintu keselamatan.)