Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Wahyu 2:1 Wahyu 2:2 Wahyu 2:3 Wahyu 2:4 Wahyu 2:5 Wahyu 2:6 Wahyu 2:7 Wahyu 2:8 Wahyu 2:9 Wahyu 2:10 Wahyu 2:11 Wahyu 2:12 Wahyu 2:13 Wahyu 2:14 Wahyu 2:15 Wahyu 2:16 Wahyu 2:17 Wahyu 2:18 Wahyu 2:19 Wahyu 2:20 Wahyu 2:21 Wahyu 2:22 Wahyu 2:23 Wahyu 2:24 Wahyu 2:25 Wahyu 2:26 Wahyu 2:27 Wahyu 2:28 Wahyu 2:29



Wahyu 2:25 (IDN) — Tetap Memegang Teguh
Setting sekeliling ayat: Ayat ini muncul dalam surat kepada jemaat di Tesalonika dalam kitab Wahyu, bagian wahyu yang disampaikan melalui Yohanes. Yesus Kristus mengevaluasi keadaan jemaat-jemaat di Asia, mengakui apa yang baik, menegaskan kewaspadaan terhadap kompromi, dan mengundang mereka untuk tetap setia hingga akhir. Ayat ini menyoroti pemberian Tuhan yang mengarahkan umat-Nya agar tidak larut dalam godaan duniawi, melainkan memegang teguh ajaran dan perintah-Nya.
Makna utama dan apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan dua sisi kasih Allah: perhatian berkelanjutan kepada keadaan jemaat, dan panggilan tegas untuk mempertahankan iman. Tuhan memperhatikan apa yang tetap ada pada mereka, bukan apa yang hilang. Dalam konteks persaingan iman yang sengit di kota-kota perikop Wahyu, Kristus memerintahkan jemaat untuk tidak menukar warisan rohani dengan kepuasan sesaat. Iman diukur bukan hanya oleh aspek eksternal ibadah, melainkan oleh kemauan untuk mempertahankan kebenaran-Nya meski tekanan meningkat.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan dari penafsir berbahasa Inggris berstandar publik (kutipan singkat)
Beberapa pandangan historis yang relevan menyatakan bahwa Tuhan senantiasa mengakui kebenaran kecil yang tinggal di antara umat-Nya dan mendorong mereka untuk menjaga integritas iman meskipun berada di tengah godaan dunia. (Kutipan pendek dari penafsir publik domain yang relevan telah disadur dalam konteks Indonesian.)
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ayat ini mengajak kita menilai kesetiaan rohani pribadi: apa yang tetap ada dalam hidup kita ketika godaan dunia meningkat? Tantangannya adalah mempertahankan ajaran Kristus dalam keluarga, pekerjaan, dan komunitas. Terus menggali firman, menjaga disiplin doa, dan bersekutu dengan orang percaya sebagai upaya membangun keteguhan iman. Ketika tekanan meningkat—baik secara budaya maupun pribadi—kita diperintahkan untuk tetap setia kepada Kristus hingga kedatangan-Nya.
Ringkasan penutup
Wahyu 2:25 menegaskan bahwa Tuhan menghargai bagian iman yang masih hidup di antara umat-Nya. Dalam situasi apa pun, jemaat dipanggil untuk memegang teguh kebenaran yang telah diberikan, sambil menantikan kedatangan Kristus dengan harapan yang tidak goyah.