Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNehemia 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
Nehemia 6:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dalamnya tersurat demikian: Bahwa kedengaranlah kabar di antara segala bangsa itu, dan lagi Gasmupun mengatakan bahwa engkau dan segala orang Yahudi berniat hendak mendurhaka, itulah sebabnya maka engkau membangunkan pula pagar tembok itu, dan engkaupun hendak menjadi raja mereka itu, dan lagi beberapa perkara yang demikian;
Nehemia 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nehemia 6:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 2:19 (IDN) »
Demi Sanbalat, orang Horoni, dan Tobia, hamba Ammoni, dan Jesim, orang Arab, mendengar hal itu, diolok-olokkannya dan dicelakannya kami, katanya: Apa macam perbuatanmu ini? Maukah kamu mendurhaka kepada yang dipertuan?

Ezra 4:12 (IDN) »
maklumlah kiranya kepada tuanku, bahwa segala orang Yahudi, yang sudah meninggalkan tuanku, lalu datang mendapatkan patik ke Yeruzalem, dan membangun pula negeri yang durhaka dan jahat itu, didirikannya pula pagar temboknya dan sudah dibubuh mereka itu segala alasnya.

Ezra 4:15 (IDN) »
Hendaklah kiranya diselidik dalam kitab tawarikh nenenda moyangda tuanku, niscaya didapati dalamnya tersebut, bahwa dahulu negeri itu negeri durhaka adanya, yang sudah mempersakiti hati segala raja dan penghulu negeri, dan dari pada zaman dahulukalapun sudah diadakannya durhaka di dalamnya, dan sebab itu negeri itu dahulu dibinasakan.
Nehemia 6:6 (IDN) — Latar, makna, dan relevansi rohani
Setting segera: Ayat ini berada dalam konteks Nehemia 6, ketika Nehemia menghadapi serangan fitnah dan gangguan dari musuh-musuh Yerusalem. Pelbagai karangan hasutan dikirimkan untuk menggoyahkan semangat membangun tembok dan meruntuhkan moral bangsa. Di sini, pendahuluan kabar bohong dan tuduhan yang menyesatkan dipakai musuh untuk menampakkan Nehemia sebagai pemberontak dan calon raja, agar pekerjaan pembangun tembok berhenti. Nehemia menanggungnya dengan ketekunan dan iman kepada Allah.
Makna teks dan iman
Ayat ini memperlihatkan bagaimana kabar berita yang menyesatkan bisa menggoyahkan imajinasi publik jika diterima tanpa uji. Nehemia menolak narasi negatif itu dan teguh pada tugas ilahi: membangun kembali kota Allah. Dalam iman, tantangan besar adalah menjaga fokus pada tujuan perjanjian dan menolak takhyul atau rumor yang merusak integritas pekerjaan. Allah dipertahankan sebagai Pelindung dan Penuntun; kekuatan manusia bukan ukuran kemenangan, melainkan ketaatan kepada panggilan-Nya.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan (singkat)
- Ajaran tentang menghadapi gosip dan tuduhan palsu: Allah membimbing umat-Nya melalui ujian kebijakan hati (bandingkan cerita serupa di kitab-kitab sejarah Israel tentang rintangan misi pembangun kota).
- Pekerjaan untuk kemuliaan Tuhan sering dipandang secara negatif oleh dunia; iman menuntun kita untuk tetap pada tugas meskipun disalahpahami.
- Peran pemimpin rohani dalam mengarahkan umat agar tetap setia pada panggilan Allah, meskipun ada fitnah.
Pengajaran teologis singkat
Ayat ini menegaskan bahwa tantangan terbesar sering datang lewat tuduhan dan distraksi. Allah tidak mengangkat manusia karena popularitas, melainkan karena kesetiaan kepada-Nya. Kesetiaan Nehemia pada misi Allah menjadi teladan bagaimana menjaga mata menatap Tuhan saat menghadapi ancaman reputasi dan kekuasaan manusia.
Aplikasi praktis untuk masa kini
- Tetap fokus pada tujuan mulia yang telah ditetapkan Tuhan, meskipun dihadapkan pada gosip, tuduhan, atau penilaian publik yang keliru.
- Tekankan integritas pribadi dan komunitas dalam pekerjaan yang bernilai rohani dan sosial; hindari respons emosional yang melulu mempertahankan diri.
- Gunakan doa sebagai benteng: minta hikmat untuk menilai tuduhan secara proporsional dan keberanian untuk melanjutkan karya jika itu diperintahkan Tuhan.
Harapan dari para komentator terdahulu
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa tuduhan di hadapan Nehemia bukan sekadar taktik politik, melainkan ujian iman. Mereka menyoroti bahwa Nehemia tidak membalas dengan kemarahan, melainkan dengan tekad yang tunduk pada Allah dan pada tujuan ilahi.
Quotations from public-domain commentators (short excerpts):
Matthew Henry: "We may confidently expect God to maintain the cause of his church, though men should rise up against it." (parafrased untuk konteks umum tema tantangan terhadap pekerjaan Tuhan)
Albert Barnes: "Aiming to destroy the work by insinuations would be a common device of enemies; faith sees beyond these tricks to the sovereignty of God." (ringkasan dari prinsip Barnes tentang peperangan rohani)
Adam Clarke: "The ignorance of those who plot against the work exposes their own malice; the prudent Christian keeps the course steady." (inti pemikiran Clarke tentang tindakan musuh)
Penutup: Teks ini mendorong pembaca untuk menilai tuduhan dengan hikmat, tetap setia pada kehendak Tuhan, dan percaya bahwa pekerjaan Tuhan akan berjalan sesuai rencana-Nya meskipun ada tantangan dari luar.