Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNehemia 6:4 Tafsiran ayat Alkitab
Nehemia 6:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sampai empat kali berturut-turut disuruhkannya orang mengatakan demikian kepadaku, tetapi pada tiap-tiap kali sahutkupun demikian juga.
Nehemia 6:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nehemia 6:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hakim-hakim 16:6 (IDN) »
Maka sebab itu kata Delila kepada Simson: Nyatakanlah kiranya kepadaku dalam apa adalah kesaktianmu yang besar itu, dan dengan apa engkau dapat diikat, sehingga engkau dipersakiti?

Hakim-hakim 16:15 (IDN) »
Maka kata Delila kepadanya: Bagaimana boleh katamu kepadaku demikian: Aku kasih akan dikau, sedang hatimu tiada sertaku? Sekarang sudah tiga kali engkau mempermainkan daku dan tiada menyatakan kepadaku dalam apa adalah kesaktianmu yang besar itu.

Hakim-hakim 16:10 (IDN) »
Setelah itu maka kata Delila kepada Simson: Bahwa sesungguhnya engkau telah mempermainkan daku dan berkata bohong kepadaku; maka sekarangpun katakanlah kiranya dengan apa engkau dapat diikat?
Makna Langsung Nehemia 6:4
Meskipun empat kali orang itu mengundang Nehemia untuk menuruti rencana musuhnya, jawaban Nehemia tetap tegas dan konsisten: ia menanggapinya dengan jawaban yang sama setiap kali. Frasa ini menegaskan tekad pribadi Nehemia untuk menuntaskan kerja pembangunan tembok Yerusalem tanpa teralihkan oleh gangguan maupun tipuan muslihat.
Latar Kontekstual
Nehemia sedang memimpin proyek besar membangun kembali tembok Yerusalem yang runtuh setelah pembuangan. Musuh Israel di sekitar kota, termasuk Sanbalat, Tobia, dan Geshem, mengangkat berbagai alasan untuk menggagalkan pekerjaan itu. Mereka mencoba menjerat Nehemia lewat retorika yang memancing ketakutan atau rasa ingin tahu, tetapi Nehemia menolak untuk tunduk pada intimidasi.
Observasi Penafsiran
Rangkuman Teologis Singkat
Keberanian Nehemia menampilkan dedikasi total pada panggilan Allah, walau menghadapi ancaman manusia. Peristiwa ini mengingatkan bahwa pekerjaan besar bagi Tuhan sering menghadapi gangguan, tetapi ketetapan hati dalam rencana ilahi membawa kemuliaan bagi umat percaya.
Kajian Singkat dengan Perenungan Ayat Lain
Beberapa teks terkait menyoroti tema ketekunan dalam menghadapi gangguan:
Acuan Peninjauan (Beberapa Komentator PD)
Ringkasan pendapat dari penafsir tepercaya menjaga fokus pada inti ayat:
- Dari Matthew Henry: menekankan tekad hati Nehemia yang tidak sanggup dipaksa mengalihkan pekerjaan karena gangguan. - Dari Albert Barnes: menyoroti taktik musuh yang menguji kesetiaan pemimpin dalam menjaga tujuan spiritual dan praktis pekerjaan. - Dari Adam Clarke: menekankan pentingnya kesiapan batin untuk menolak tipu daya duniawi dalam rangka menjalankan perintah Allah.
Quotations: “Ketekunan dalam menghadapi gangguan adalah tanda iman yang kukuh.” — Matthew Henry; “Para penghasut selalu mencoba memutarbalikkan tujuan dengan pertanyaan berulang, tetapi pemimpin bijak menolak jebakan itu.” — Albert Barnes; “Allah meneguhkan orang-orang yang berpegang pada tugas-Nya meskipun ada tekanan eksternal.” — Adam Clarke.
Cross-Reference (Hubungan Alkitabiah)
Impak Praktis
Ketika menghadapi gangguan yang berulang, kita diajak untuk tetap fokus pada tujuan Tuhan, menolak godaan untuk berdebat atau mengalihkan perhatian. Doa, disiplin kerja, dan ketekunan adalah respons yang membawa kemajuan rohani maupun praktis dalam tugas mulia Allah.