Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 4:7 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 4:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka yang telah sesat itu akan Kujadikan suatu sisa dan yang tercerai-berai itu Kujadikan suatu bangsa yang besar, dan Tuhanpun akan menjadi Rajanya di atas bukit Sion dari pada masa itu sampai selama-lamanya.
Mikha 4:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 4:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 2:12 (IDN) »
Bahwa sesungguhnya Aku juga akan mengumpulkan semua kamu, hai Yakub, dan menghimpunkan sisa Israel; bersama-sama Aku akan menjadikan mereka itu seperti kambing domba Bozra, seperti suatu kawan kambing di dalam kandangnya; mereka itu akan berdengung-dengung dari karena banyak manusia.

Daniel 7:14 (IDN) »
Maka dikaruniakan kepadanya pemerintahan dan kemuliaan dan kerajaan itu, maka segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanyapun berkhidmat kepadanya; maka pemerintahannya kekal dan kerajaannyapun tiada terbinasakan.

Yesaya 24:23 (IDN) »
Pada masa itu bulanpun akan malu kena bera muka dan mataharipun kemalu-maluanlah, apabila Tuhan serwa sekalian alam kerajaanlah di atas bukit Sion dan di Yeruzalem, dan kemuliaanpun ada di hadapan segala tua-tuanya.
Inti Interpretatif: Pemulihan umat yang tersesat menjadi sisa dan bangsa besar di bawah pemerintahan Tuhan
Ayat Mikha 4:7 menampilkan tema pemulihan ilahi yang menegaskan bagaimana Tuhan mengubah situasi yang tampak terbelah menjadi kesatuan yang kuat. Dari yang tersesat menjadi sisa, dari yang tercerai-berai menjadi bangsa besar; dan kedaulatan Tuhan di atas bukit Sion berdiri tidak hanya sebagai realitas historis, tetapi sebagai pemenuhan harapan eskatologis bagi umat-Nya.
Konteks sastra dan alur narasi
Mikha beroperasi dalam nuansa nubuat yang memperlihatkan keadilan Tuhan terhadap bangsa Israel sekaligus pengharapan pemulihan. Bab 4 berfokus pada visi damai dan masa depan yang dipulihkan, berbeda dari kepedihan saat ini. Ayat 7 menegaskan transformasi radikal: mereka yang “sesat” akan disingkirkan, lalu dipulihkan sebagai sisa; mereka yang tercerai-berai akan dipersatukan menjadi bangsa besar. Ini mencerminkan pola alkitabiah pemulihan Tuhan, di mana kehendak-Nya untuk umat-Nya diumumkan sebagai kenyataan yang pasti, bukan sekadar harapan kosong.
Makna teologis utama
Rangkaian rujukan lintas Kitab Suci
Beberapa teks lain memperkuat motif pemulihan dan pemerintahan Tuhan:
Hubungan teologi dengan kehidupan iman
Ayat ini mengingatkan jemaat bahwa pemulihan spiritual pribadi berjalan bersama pemulihan komunitas. Allah tidak membiarkan sisa-Nya hilang atau tercerai-berai tanpa tujuan; setiap bagian umat-Nya dipanggil untuk hidup dalam ketaatan dan kemahakuasaan-Nya menyatakan damai bagi bangsanya.
Pertanyaan refleksi
Penutup singkat
Mikha 4:7 mengumpamakan pemulihan ilahi: Allah mengubah keadaan yang kecil dan tertinggal menjadi sisa yang berkelimpahan, dan menyatukan umat dalam satu bangsa di bawah Raja-Nya. Pesan ini menguatkan kita bahwa meski ada perpecahan, Tuhan akan menata kembali dan memerintah dengan keadilan dan damai di atas bukit Sion sekarang dan selamanya.
Kutipan singkat dari tokoh komentar PD lama
Beberapa pandangan para penafsir klasik menekankan tema pemulihan dan pemerintahan Tuhan. Dalam karya-karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, gagasan pemulihan umat serupa diungkap sebagai realitas Allah yang tidak pernah gagal memulihkan sisa-Nya; esensi kalimat mereka menegaskan bahwa kedudukan Tuhan atas umat-Nya meneguhkan kebangsaan rohani yang bersatu di dalam iman kepada-Nya.