Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 8:1 Matius 8:2 Matius 8:3 Matius 8:4 Matius 8:5 Matius 8:6 Matius 8:7 Matius 8:8 Matius 8:9 Matius 8:10 Matius 8:11 Matius 8:12 Matius 8:13 Matius 8:14 Matius 8:15 Matius 8:16 Matius 8:17 Matius 8:18 Matius 8:19 Matius 8:20 Matius 8:21 Matius 8:22 Matius 8:23 Matius 8:24 Matius 8:25 Matius 8:26 Matius 8:27 Matius 8:28 Matius 8:29 Matius 8:30 Matius 8:31 Matius 8:32 Matius 8:33 Matius 8:34



Matius 8:6 (IDN)
Setting segera: Kisah ini terjadi saat Yesus melayani banyak orang dengan mujizat di Galilea. Seorang perwira Romawi datang kepada-Nya dengan penuh hormat, membawa permohonan kasih sayang untuk budaknya yang sangat menderita di rumahnya.
Apa yang teks ini mengungkapkan tentang Allah atau iman
Kisah ini menunjukkan bahwa iman bukan soal kedudukan sosial atau latar belakang: perwira Romawi yang berkarib dengan otoritas menunjukkan keyakinan yang sederhana namun kuat bahwa kuasa Kristus melampaui batas manusia. Yesus mengakui imannya yang luar biasa dan merespons dengan pernyataan kehadiran kasih-Nya melalui mukjizat. Teks ini menekankan bahwa kuasa ilahi bekerja melalui iman yang yakin dan rendah hati, tanpa syarat identitas kita di mata dunia.
Penjelasan kata dan gambar penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain (cross-references singkat)
Penjelasan ringkas dari pandangan tafsir klasik
Para penafsir klasik menekankan bahwa iman sederhana namun teguh dipuji oleh Kristus. (Catatan singkat dari para komentator):
– Dari Matthew Henry, iman yang menghargai kuasa Kristus lebih penting daripada ukuran iman itu sendiri; keyakinan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dari jarak jauh menegaskan otoritas-Nya atas segala penyakit.
– Albert Barnes menekankan bahwa panggilan ini melibatkan kesadaran seseorang akan otoritas Kristus yang tak terbatas; iman perwira menuduh bahwa kuasa Kristus dapat bekerja tanpa kehadiran fisik-Nya di tempat itu.
– Adam Clarke menekankan bahwa contoh ini menunjukkan anugerah tanpa syarat: iman yang sederhana membuktikan bahwa kasih Allah bekerja bagi mereka yang percaya.
Pesan inti bagi orang percaya hari ini
Iman yang tulus tidak perlu bergantung pada kedudukan atau bahasa doa yang panjang; ia menaruh kepercayaan penuh pada kuasa Kristus. Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang rendah hati, memohon penyembuhan, penebusan, atau kesejahteraan untuk orang-orang yang kita kasihi. Ketika kita menghadapi situasi sulit, kita dapat menahan diri dalam doa yang percaya bahwa Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri, seringkali melewati jalur yang tidak kita perkirakan.
Rujukan praktis