Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 8:1 Matius 8:2 Matius 8:3 Matius 8:4 Matius 8:5 Matius 8:6 Matius 8:7 Matius 8:8 Matius 8:9 Matius 8:10 Matius 8:11 Matius 8:12 Matius 8:13 Matius 8:14 Matius 8:15 Matius 8:16 Matius 8:17 Matius 8:18 Matius 8:19 Matius 8:20 Matius 8:21 Matius 8:22 Matius 8:23 Matius 8:24 Matius 8:25 Matius 8:26 Matius 8:27 Matius 8:28 Matius 8:29 Matius 8:30 Matius 8:31 Matius 8:32 Matius 8:33 Matius 8:34



Makna Langsung Matius 8:26
Yesus menegaskan ketidakpercayaan murid-muridnya saat menghadapi bahaya, lalu menenangkan angin dan laut. Inti ayat ini adalah pelaksanaan kuasa Kristus atas alam dan pemulihan iman para murid melalui respons-Nya terhadap ketakutan mereka.
Latar Belakang Kontekstual
Matius 8 mencatat beberapa mukjizat Yesus yang menegaskan identitas-Nya sebagai Juruselamat yang berkuasa. Dalam peristiwa badai di Danau Galilea, murid-murid yang biasa bekerja berlayar bersama-Nya tiba-tiba dirundung rasa takut ketika angin menjerit dan ombak menggulung kapal. Mereka berharap pada kekuatan manusiawi, tetapi akhirnya menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan otoritas ilahi yang hadir di hadapan mereka.
Pengamatan Interpretatif
Gagasan Utama dalam Ayat ini
Rujukan Terkait
Beberapa bagian lain yang menegaskan tema ini:
Amanat Praktis
Ketika badai hidup datang, kita diajak menaruh kepercayaan kita pada Kristus yang berkuasa. Ketakutan bisa muncul, tetapi iman yang tumbuh mengarahkan kita untuk percaya bahwa dalam Kristus ada kedamaian dan kendali atas segala keadaan.
Ngai Peduli
Salam pembacanya: di tengah krisis, ajaklah Kristus masuk ke kapal hidupmu. Pelajarannya sederhana: percaya lebih dulu pada kehadiran-Nya, biarkan firman-Nya memb-komando angin dan ombak batinmu, sehingga kedamaian-Nya memenuhi kehidupanmu.
Cuplikan Gambaran Para Tokoh
“Apakah sebabnya kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?”—pertanyaan ini menantang kita untuk mengevaluasi tingkat kepercayaan kita pada Kristus saat badai datang. (kutipan para komentator publik domain secara umum digunakan dalam pengembangan konteks, tanpa menyalin teks penuh)