Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 3:13 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 3:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian daripada itu datanglah Yesus dari Galilea ke Yarden supaya dibaptiskan oleh Yahya.
Matius 3:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 3:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yohanes 1:32 (IDN) »
Maka Yahya pun menyaksikan serta berkata, "Aku sudah nampak Roh Allah turun dari langit, seperti seekor burung merpati, lalu hinggap di atas-Nya.

Matius 2:22 (IDN) »
Setelah didengarnya Arkhilaus menjadi raja di tanah Yudea, menggantikan Herodes, ayahnya itu, maka takutlah Yusuf pergi ke sana; tetapi sebab dinyatakan oleh Allah kepadanya di dalam mimpi, lalu pergilah ia menyimpang ke daerah tanah Galilea,

Markus 1:9 (IDN) »
Pada masa itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, lalu Yahya membaptiskan Dia di dalam Sungai Yarden.
Makna Langsung Matius 3:13
Kemudian Yesus datang dari Galilea ke Yordan untuk dibaptiskan oleh Yohanes. Ayat ini menandai permulaan pelayanan publik-Nya dengan sebuah tindakan yang menegaskan kehendak Rifsi Alkitab: identitas-Nya sebagai Mesias yang menelan kehadiran manusia penuh dalam karya penebusan, serta kepatuhan-Nya terhadap pelaksanaan baptisan sebagai simbol pertobatan dan penyerahan diri.
Latar Kontekstual
Perjalanan Yesus dari Galilea ke Yordan menonjolkan keterlibatan-Nya dalam rutinitas keagamaan Yahudi. Yohanes pembaptis, yang dikenal karena seruannya bertobat dan membaptis dalam sungai Yordan, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Dengan datang-Nya ke sungai, Yesus tidak menggeser misi-Nya, melainkan menerima baptisan sebagai bagian dari rangkaian penjelmaan identitas-Nya sebagai Anak Allah dan sebagai teladan bagi umat-Nya dalam ketaatan terhadap kehendak Bapa.
Observasi Penafsiran
Tema Utama
Hubungan dengan Naskah Lain
Cross-reference ini membantu menempatkan peristiwa baptisan sebagai bagian dari pola penebusan:
Cara Aplikasi Praktis
Bayangkan peran kita sendiri dalam ketaatan kepada rencana Allah. Seperti Yesus, kita dipanggil untuk menempatkan kehendak Bapa di atas kenyamanan pribadi, dan untuk menjalani langkah-langkah iman yang mungkin terlihat sederhana namun memiliki dampak kekal.
Cuplikan Wawasan dari Bapak Penafsir Terdahulu
Matthew Henry menekankan bahwa baptisan Yang Mulia ini menegaskan bahwa pekerjaan-Nya tidak lepas dari hukum dan kebenaran dalam Allah. Albert Barnes menambahkan bahwa tindakan ini menegaskan identitas-Nya tanpa mengurangi arti baptisan Yohanes sebagai persiapan penebusan. Adam Clarke menegaskan bahwa langkah ini memperlihatkan kehendak Allah yang bekerja melalui manusia untuk menegakkan rencana keselamatan.
Rujukan Silang yang Relevan
1) Yohanes 1:29–34 (pengakuan tentang identitas Juruselamat dan Roh yang turun) — menguatkan makna baptisan sebagai pengakuan misi Illahi. 2) Kisah Para Rasul 2:38 (pertobatan dan baptisan dalam nama Kristus) — menunjukkan makna baptisan sebagai bagian dari penerimaan keselamatan. 3) Markus 1:9–11 (pengulangan peristiwa yang menekankan kepatuhan dan penerimaan Roh Kudus).
Inti pembacaan: tindakan Yesus membaptis menegaskan identitas-Nya sebagai Mesias, serta memulai pelayanan-Nya dengan ketaatan penuh kepada kehendak Bapa. Dara iman kita dipupuk untuk mengikuti teladan-Nya dalam ketaatan dan siap menerima panggilan Allah.