Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 9:1 Lukas 9:2 Lukas 9:3 Lukas 9:4 Lukas 9:5 Lukas 9:6 Lukas 9:7 Lukas 9:8 Lukas 9:9 Lukas 9:10 Lukas 9:11 Lukas 9:12 Lukas 9:13 Lukas 9:14 Lukas 9:15 Lukas 9:16 Lukas 9:17 Lukas 9:18 Lukas 9:19 Lukas 9:20 Lukas 9:21 Lukas 9:22 Lukas 9:23 Lukas 9:24 Lukas 9:25 Lukas 9:26 Lukas 9:27 Lukas 9:28 Lukas 9:29 Lukas 9:30 Lukas 9:31 Lukas 9:32 Lukas 9:33 Lukas 9:34 Lukas 9:35 Lukas 9:36 Lukas 9:37 Lukas 9:38 Lukas 9:39 Lukas 9:40 Lukas 9:41 Lukas 9:42 Lukas 9:43 Lukas 9:44 Lukas 9:45 Lukas 9:46 Lukas 9:47 Lukas 9:48 Lukas 9:49 Lukas 9:50 Lukas 9:51 Lukas 9:52 Lukas 9:53 Lukas 9:54 Lukas 9:55 Lukas 9:56 Lukas 9:57 Lukas 9:58 Lukas 9:59 Lukas 9:60 Lukas 9:61 Lukas 9:62


Interpretive Point Utama
Ayat Lukas 9:9 menampilkan keheranan Herodes terhadap Yohanes Pembaptis dan pertanyaan dari dirinya tentang siapa sebenarnya orang yang begitu berpengaruh lewat pengajaran-Nya. Perkataan Herodes mengungkap dua tema utama: kehadiran mujizat dan kharismatik Sang Guru, yang membuat seorang penguasa yang skeptis mempertanyakan asal-usul dan otoritas Dia. Reaksi Herodes menandai transisi misi Kristus dari publikasi kepada umat Israel ke pengakuan bahwa karya-Nya melampaui ekspektasi dunia biasa.
Konteks Sastra
Context naratif di Lukas menunjukkan bahwa murid-mudik telah melaporkan berbagai tanda dan pengajaran Nabi yang penuh kuasa. Herodes si penguasa daerah menanggapi dengan keragu-raguan yang halus: ia telah memenggal Yohanes karena keberanian moralnya, namun kini ia ingin “melihat” orang yang popularitas-Nya sedang melonjak. Ayat ini menutup bagian tentang Yohanes dan membuka babak baru dalam karya-Nya di mana orang banyak menerima jarak yang dekat dengan Sang Mesias tanpa tetap mengerti sepenuhnya identitas-Nya.
Signifikansi Teologis
1) Realitas identitas Kristus terungkap melalui respons manusia: Herodes mengakui bahwa Yohanes telah mati, namun juga bertanya tentang “orang ini” yang kata-kata-Nya bisa mengguncang hati orang banyak. Ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui nabi-nabi dan lewat Pribadi Mesias yang datang setelah masa perantaraan Yohanes. 2) Ketertarikan manusia terhadap karya-Nya menunjukkan bahwa karunia Allah menimbulkan rasa ingin tahu, tetapi tidak selalu menghasilkan iman. 3) Sejalan dengan tema Lukas, karya Kristus menuntun pada pertanyaan pribadi: “Siapakah Dia bagi saya?”
Cross-References (singkat, tanpa kutipan lengkap)
Pertanyaan Renungan
Penutup Ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa karya Kristus mengundang pertanyaan eksistensial: siapa Dia bagi kita? Jawaban iman menuntun pada pengakuan yang lebih dalam tentang otoritas-Nya, terlepas dari keengganan manusia untuk menerima-Nya secara total. Di balik keingintahuan Herodes, Lukas menyiapkan panggung untuk pemahaman yang lebih luas tentang identitas Mesias yang dinyatakan melalui karya-Nya di tengah dunia yang tidak sepenuhnya siap menerimanya.
Catatan editorial: Beberapa komentar klasik menggarisbawahi tema martabat nabi dan korelasi antara Yohanes dan Kristus. Kutipan pendek dari tokoh-tokoh lama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke mungkin dipakai secara singkat sebagai ilustrasi historis bila diperlukan, tanpa mengulas teks asli secara penuh.