Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 17:1 Lukas 17:2 Lukas 17:3 Lukas 17:4 Lukas 17:5 Lukas 17:6 Lukas 17:7 Lukas 17:8 Lukas 17:9 Lukas 17:10 Lukas 17:11 Lukas 17:12 Lukas 17:13 Lukas 17:14 Lukas 17:15 Lukas 17:16 Lukas 17:17 Lukas 17:18 Lukas 17:19 Lukas 17:20 Lukas 17:21 Lukas 17:22 Lukas 17:23 Lukas 17:24 Lukas 17:25 Lukas 17:26 Lukas 17:27 Lukas 17:28 Lukas 17:29 Lukas 17:30 Lukas 17:31 Lukas 17:32 Lukas 17:33 Lukas 17:34 Lukas 17:35 Lukas 17:36 Lukas 17:37



Makna langsung (Inti ayat)
Dalam Lukas 17:17, Yesus menekankan keheranan-Nya karena hanya satu dari sepuluh orang yang telah ditahirkan yang kembali untuk mengucap syukur. Ayat ini menegaskan sikap syukur yang tidak merata di antara umat manusia ketika mukjizat Allah dinyatakan di hadapan mereka.
Latar konteks singkat
Kisah ini terjadi ketika Yesus melintas melalui Samaria dan Galilea, area yang sering menampilkan imigrasi budaya dan batas antara orang Yahudi dan bangsa lain. Sepuluh orang yang ditahirkan adalah penderita kusta yang memohon kesembuhan. Tugas mereka adalah menunjukkan diri kepada imam untuk dinilai selesai masa tawaran hukum. Namun, hanya satu yang kembali, seorang Samaria, untuk mengucap syukur, menunjukkan bahwa syukur Allah sering melintasi batas-batas etnis dan komunitas.
Pengamatan interpretatif
Para pengkhotbah klasik menggarisbawahi bahwa mukjizat adalah pintu untuk iman, bukan tujuan akhir. Syukur yang lahir dari iman memuliakan Allah dan memperdalam hubungan dengan Dia. Kisah ini juga menyoroti keterlibatan iman non-Yahudi (Samaria) dalam karya kasih Allah yang melampaui batas-batas etnis.
Inti tema dalam bentuk ringkas
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-references: - Yohanes 4:14 menyoroti air hidup yang menuntun kepada hidup kekal, menghubungkan kesembuhan dengan kehidupan yang berlabuh pada Kristus. - Roma 1:21 menunjukkan bagaimana manusia sering tidak berterima kasih, sehingga iman mereka menjadi redup; kisah ini menegaskan perlunya respon syukur sebagai bagian dari iman yang hidup. - Lukas 18:9-14 menjelaskan perbedaan sikap antara orang sombong dan orang rendah hati yang berdoa dengan tulus; keduanya memaparkan bagaimana sikap hati mempengaruhi penerimaan Allah.
Arah praktis yang singkat
Kita diajak untuk menilai respons doa dan mujizat dalam hidup kita sendiri: apakah kita, seperti sepuluh, hanya menerima secara pasif, atau kita kembali kepada Tuhan dengan ucapan syukur yang lahir dari iman yang menyala tidak terbatasi oleh latar belakang sosial atau budaya? Latihan syukur rutin menumbuhkan hubungan yang lebih dekat dengan Allah.
Ayat kutipan singkat yang relevan: “Bukankah sepuluh orang yang telah ditahirkan? Tetapi di manakah yang sembilan lagi?”