Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 17:1 Lukas 17:2 Lukas 17:3 Lukas 17:4 Lukas 17:5 Lukas 17:6 Lukas 17:7 Lukas 17:8 Lukas 17:9 Lukas 17:10 Lukas 17:11 Lukas 17:12 Lukas 17:13 Lukas 17:14 Lukas 17:15 Lukas 17:16 Lukas 17:17 Lukas 17:18 Lukas 17:19 Lukas 17:20 Lukas 17:21 Lukas 17:22 Lukas 17:23 Lukas 17:24 Lukas 17:25 Lukas 17:26 Lukas 17:27 Lukas 17:28 Lukas 17:29 Lukas 17:30 Lukas 17:31 Lukas 17:32 Lukas 17:33 Lukas 17:34 Lukas 17:35 Lukas 17:36 Lukas 17:37



Lukas 17:6 (IDN) – Imanku sebesar biji sesawi
Gambar besar dari bagian ini adalah ajaran tentang kekuatan iman yang sejati, meski tampak kecil dan tidak menonjol. Kisah ini terjadi ketika para murid memohon supaya iman mereka bertambah. Yesus membantah bahwa ukuran iman yang mereka miliki pada dasarnya tidak selalu diperlukan untuk mendatangkan mujizat besar, melainkan bahwa iman yang hidup dan diarahkan menurut kehendak Allah akan menghasilkan buah yang luar biasa dalam konteks-Nya.
Pembacaan ayat dalam konteks Lukas 17
Dalam Lukas 17, perjalanan Yesus menuju Yerusalem disertai pengajaran tentang sikap rohani, kasih kepada sesama, dan kepercayaan kepada Allah. Pada bagian ini, murid-murid mengucapkan, “Tolong tambahkan iman kami,” tetapi Yesus mengalihkan fokus dari ukuran iman ke kualitas iman yang berfungsi dalam ketaatan. Ia menegaskan bahwa jika iman seukuran biji sesawi ada di dalam hati, maka iman itu dapat menuntun orang untuk berani melakukan hal-hal yang tampak mustahil sesuai kehendak Allah.
Pokok utama pelajaran rohani
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian lain menyoroti gagasan iman yang efektif meskipun kecil atau sederhana. Misalnya:
Catatan teologis yang berimbang
Ayat ini menekankan kuasa iman saat dipakai sesuai kehendak Allah. Imannya tidak bersifat magis. Fokusnya adalah ketaatan kepada Allah, kedalaman hubungan dengan-Nya, dan ketergantungan hidup pada hikmat-Nya. Ini mengizinkan mukjizat terjadi dalam konteks tujuan rohani yang lebih besar daripada kebutuhan pribadi semata.
Aplikasi praktis
Cross-references singkat
Beberapa ayat terkait yang berguna untuk renungan lanjut:
Inti rangkuman
Iman sekecil biji sesawi dapat menghasilkan perubahan besar bila berakar dalam ketaatan kepada Allah. Yang penting bukan ukuran iman, melainkan bagaimana iman itu hidup dalam terang firman dan kasih Allah, memandu kita untuk taat dan berbuat sesuai kehendak-Nya.