Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 7:1 Imamat 7:2 Imamat 7:3 Imamat 7:4 Imamat 7:5 Imamat 7:6 Imamat 7:7 Imamat 7:8 Imamat 7:9 Imamat 7:10 Imamat 7:11 Imamat 7:12 Imamat 7:13 Imamat 7:14 Imamat 7:15 Imamat 7:16 Imamat 7:17 Imamat 7:18 Imamat 7:19 Imamat 7:20 Imamat 7:21 Imamat 7:22 Imamat 7:23 Imamat 7:24 Imamat 7:25 Imamat 7:26 Imamat 7:27 Imamat 7:28 Imamat 7:29 Imamat 7:30 Imamat 7:31 Imamat 7:32 Imamat 7:33 Imamat 7:34 Imamat 7:35 Imamat 7:36 Imamat 7:37 Imamat 7:38



Imamat 7:17 (IDN) — Imamat tentang sisa daging korban
Setting segera: Ayat ini berada dalam rangkaian hukum kurban keselamatan dan syarat-syaratnya. Pada bagian sebelumnya, umat Israel diberi pedoman bagaimana menyembelih, membagi bagian korban, dan menyerahkan sebagian bagi imam serta Tuhan. Ayat ini menekankan bahwa jika ada sisa daging korban yang berada pada hari ketiga, maka sisa itu tidak boleh dibakar untuk dipakai lagi; ia harus dibakar habis dengan api.
Makna teologis dan makna iman
Ayat ini menegaskan prinsip kebersihan hukum dan ketelitian dalam praktik kurban. Tuhan menginginkan ketaatan sejak awal hingga tahap akhir penyembahan. Sisa daging yang tidak segera dipakai harus dihilangkan dengan membakarnya, menunjukkan bahwa tidak ada bagian yang boleh dipakai melewati batas waktu yang ditentukan. Ini mencerminkan kesucian persembahan dan dorongan umat untuk menghormati perjanjian dengan disiplin yang tepat. Pembakaran sisa dengan api menandai putusan tegas bahwa kurban harus diberikan tepat waktu dengan tata cara yang sudah ditetapkan.
Istilah kunci dan gambaran
Hubungan dengan sumber-sumber kuno (komentar gereja lama)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa ketetapan ini menjaga kesucian persembahan dan mencegah penyalahgunaan bagian-bagian korban. Ordinansi seperti ini dipandang sebagai bagian dari pola hukum yang menata hidup sosial dan ibadah umat Israel.
Rujukan silang yang relevan
Beberapa lintasan Alkitab yang berhubungan secara konsep dengan ayat ini:
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan menegaskan pola kepatuhan terhadap waktu dan tata cara persembahan, menjaga fokus pada kefanaan ritual yang mengarahkan umat kepada kesetiaan perjanjian dengan Tuhan.
Aplikasi praktis bagi masa kini
Inti ajaran ini mengajak umat percaya untuk menghormati batas waktu dalam pelayanan kepada Tuhan. Dalam konteks iman sekarang, prinsipnya adalah disiplin spiritual: melakukan komitmen rohani tepat waktu, menghargai prosedur ibadah yang sudah ditetapkan, dan tidak menunda atau mengubah “bagian” layanan kita bagi Tuhan. Ketelitian dalam hal-hal kecil mencerminkan sikap hati yang menyerahkan hidup kepada Tuhan secara sepenuhnya.
Ringkasan tamatan
Ayat ini menegaskan bahwa sisa daging korban yang tidak selesai dipakai pada hari ketiga tidak boleh dipakai lagi—lebih-lebih harus dibakar habis dengan api. Ketelitian ini memperlihatkan keacuan Tuhan terhadap tata cara persembahan dan mengajak umat untuk hidup dalam disiplin rohani yang memuliakan-Nya. Keyakinan bahwa Tuhan menghargai kepatuhan kita, bahkan dalam detail-detail praktis, menjadi tanggapan iman yang relevan bagi kita hari ini.
Catatan kutipan singkat dari para komentator kuno (jika ada): Beberapa penafsir gereja lama menyebutkan bahwa larangan menjaga kekudusan kurban berhubungan dengan pemurnian hati dalam penyembahan kepada Allah, dan bahwa batas waktu menegaskan bahwa persembahan bukan sekadar ritus, melainkan hubungan dengan Tuhan yang memerlukan ketaatan penuh.