Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 16:1 Imamat 16:2 Imamat 16:3 Imamat 16:4 Imamat 16:5 Imamat 16:6 Imamat 16:7 Imamat 16:8 Imamat 16:9 Imamat 16:10 Imamat 16:11 Imamat 16:12 Imamat 16:13 Imamat 16:14 Imamat 16:15 Imamat 16:16 Imamat 16:17 Imamat 16:18 Imamat 16:19 Imamat 16:20 Imamat 16:21 Imamat 16:22 Imamat 16:23 Imamat 16:24 Imamat 16:25 Imamat 16:26 Imamat 16:27 Imamat 16:28 Imamat 16:29 Imamat 16:30 Imamat 16:31 Imamat 16:32 Imamat 16:33 Imamat 16:34



Imamat 16:34 (IDN) — Hukum di Hari Gafirat Yahudi
Ayat ini muncul dalam konteks pembagian Minggu Asham (hari penebusan) yang menandai penebusan dosa bagi umat Israel. Imam Harun dan keturunannya menjalankan ritual di Tabernakel untuk menyingkirkan dosa-dosa umat. Ayat 34 menegaskan bahwa hukum ini bersifat kekal dan wajib diadakan setahun sekali, sebagai pengakuan bahwa dosa-dosa umat Israel menuntut penebusan yang hanya mungkin melalui sajian korban dan tindakan penebusan yang telah ditetapkan Tuhan.
Makna utama
Inti ayat ini adalah bahwa Hari Penebusan (Gafirat) adalah hukum tetap yang berfungsi memurnikan bangsa Israel dari dosanya sepanjang generasi. Aturan setahun sekali menegaskan kebutuhan akan pemulihan ritual dan moral, serta mengingat umat akan kehendak Tuhan yang menuntut kekudusan. Penekanan pada kekekalan hukum ini menunjukkan bahwa penebusan berasal dari ketaatan pada perintah Tuhan, bukan dari upaya manusia semata.
Tema-tema penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab lain yang berhubungan dalam gambaran tema ini:
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan pembaca untuk menghargai moralitas yang diarahkan Allah melalui hukum-Nya. Penebusan pada masa lalu menegaskan kebutuhan akan pengampunan yang datang melalui ketaatan kepada perintah Tuhan. Dalam konteks kekinian, kita diajak melihat bagaimana penebusan memulai dengan sikap hati yang sadar akan dosa dan ketaatan pada arah hidup yang sesuai kehendak Allah, meskipun ritus fisik tidak lagi sama persis di banyak tradisi kekristenan.
Ringkasan
Imamat 16:34 menegaskan bahwa Hari Penebusan adalah hukum yang kekal, diadakan setahun sekali untuk menebus dosa umat Israel. Perintah ini menekankan pentingnya ritual penyucian, peran imam, dan ketaatan pada firman Tuhan sebagai medan pemulihan hubungan dengan Allah. Melalui tema tegas ini, kita diajak melihat bahwa penebusan merupakan kebutuhan fundamental umat manusia untuk hidup dalam kekudusan di hadapan-Nya.
Catatan singkat dari tokoh-tokoh penafsir berbahasa Inggris dalam sumber publik-domain (untuk referensi umum):
Matthew Henry menekankan pentingnya penebusan sebagai penutupan masa dosa dan pemisahan umat dari kotoran ketika mereka kembali kepada Tuhan. Albert Barnes menyoroti bahwa hukum ini bercirikan kekudusan dan penyerahan diri kepada otoritas ilahi. Adam Clarke menegaskan bahwa ritual ini menunjukkan kasih Allah yang menyediakan jalan penebusan bagi umat-Nya melalui tindakan perantara (imam) dan korban yang ditetapkan-Nya.