Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 5:22 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 5:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Masakan Engkau sudah membuang kami sama sekali! masakan Engkau sangat murka akan kami dengan tiada beperhinggaan?
Ratapan 5:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 5:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 60:1 (IDN) »
Surat peringatan Daud akan dinyanyi orang ramai bagi biduan besar pada Syusan Edut. (60-2) Kemudian dari pada baginda berperang dengan orang Syam yang dari Mesopotami dan dengan orang Syam yang dari Zoba, dan Yoabpun sudah mengalahkan pula orang Edom dalam Lembah-Masin dua belas ribu orang banyaknya. (60-3) Ya Allah! Engkau sudah menolak akan kami, dan Engkau sudah mencerai-beraikan kami, dan Engkaupun sudah murka akan kami; kembalilah kiranya kepada kami!

Mazmur 44:9 (IDN) »
(44-10) Tetapi sekarang Engkau sudah membuang dan mempermalukan kami, sedang tiada Engkau keluar serta dengan tentara peperangan kami.

Yesaya 64:9 (IDN) »
Ya Tuhan! jangan kiranya Engkau terlalu sangat murka, janganlah selalu Engkau ingat akan kejahatan kami; lihatlah, dan tiliklah kiranya, kami sekalianpun umat-Mu.
Ratapan 5:22 (IDN)
Ayat ini berada pada bagian terakhir Ratapan, sebuah puisi keluhan yang berfokus pada kehancuran Yerusalem dan penderitaan umat Israel. Pengarang Ratapan menggambarkan tragedi yang telah menimpa bangsanya dan memunculkan pertanyaan tentang identitas, penghakiman, serta belas kasihan Allah. Pada ayat ini, ungkapan keletihan dan heran muncul: apakah Tuhan telah membuang umat-Nya untuk selama-lamanya? Ayat ini tidak hanya menampilkan kemarahan Tuhan, melainkan juga menguji ketetapan kasih-Nya yang berani, mengingat perjanjian-Nya dengan bangsa Israel.
Apa yang dikatakan teks tentang Allah atau iman
Frasa kunci “masakan Engkau sudah membuang kami sama sekali” memperlihatkan kejujuran umat dalam menghadapi kemalangan. Namun, konteks Ratapan menunjukkan bahwa meskipun umat merasakan ditinggalkan, iman Israel tetap menegaskan bahwa Allah tetap berkuasa, mengoreksi, dan pada akhirnya mengundang umat-Nya untuk kembali memohon belas kasihan. Ayat ini mengajak pembaca untuk tidak menutup diri pada rasa sakit, tetapi tetap menimbang janji Allah yang penuh kesetiaan di tengah murka yang sementara.
Istilah dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
- Yakobus 4:9-10: Menunjukkan pentingnya merendahkan diri di hadapan Allah ketika mengalami kesusahan, yang sejalan dengan pengakuan kita akan murka-Nya sambil berharap belas kasihan-Nya.
- Ulangan 30:1-3: Menegaskan kembali bahwa meskipun umat menyeleweng, Allah memulihkan mereka ketika mereka bertobat, menunjukkan kesetiaan perjanjian-Nya.
- Yesaya 54:8-10: Gambaran bahwa kasih Allah tidak hilang meski ada masa-masa penghakiman; belas kasihan-Nya tetap lebih besar dari murka-Nya.
Penjelasan singkat menurut tokoh-tokoh berpendapat lama
Banyak komentator berpendapat bahwa Ratapan 5:22 mengandung nada penantian yang menyiratkan kemungkinan pemulihan oleh Allah. Mereka menekankan bahwa ayat ini tidak menutup peluang belas kasihan ilahi bagi Yerusalem jika umat kembali kepada-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh. Kutipan singkat dari para komentator klasik menyiratkan bahwa meskipun rasa kehilangan dominan, iman tetap menantikan kebenaran Allah yang setia.
Catatan: tidak ada kutipan panjang langsung yang disertakan di bagian ini karena sumber-sumber publik-domain tidak secara eksplisit menyebutkan kutipan unik untuk ayat ini dalam edisi bahasa Indonesia, tetapi tema utama berasal dari pemikiran umum karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tentang pemulihan Allah.
Bagaimana menerapkan sekarang
Ayat ini mengingatkan bahwa kita bisa merasa ditinggalkan saat mengalami cobaan berat. Dalam momen itu, kita diajak untuk mengaku secara jujur atas rasa sakit kita, namun juga memegang janji kasih Allah. Bila kemarahan atau hukuman mengepung, kita didorong untuk bertobat, menyerahkan diri kepada Allah, dan percaya bahwa belas kasihan-Nya tetap nyata. Dalam doa, kita dapat mengungkapkan kerinduan akan pemulihan sambil mengingat bahwa Allah berkuasa membalikkan keadaan bagi kebaikan umat-Nya yang setia.
Praktik rohani: