Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 5:18 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 5:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Oleh sebab bukit Sion yang sudah rusak, sehingga segala rubah berjalan di atasnya!
Ratapan 5:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 5:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 3:12 (IDN) »
Maka sekarang oleh karena sebab kamulah Sion akan ditenggala seperti bendang dan Yeruzalem akan menjadi suatu kerobohan batu dan bukit rumah itu akan menjadi busut di hutan.

Yeremia 9:11 (IDN) »
Maka Aku kelak menjadikan Yeruzalem akan timbunan batu, akan tempat kediaman ular naga, dan segala negeri Yehuda Kujadikan suatu kerobohan, dengan tiada barang seorang isinya.

1 Raja-raja 9:7 (IDN) »
niscaya Kutumpas orang Israel kelak dari dalam negeri yang telah Kukaruniakan kepadanya, dan rumah ini, yang sudah Kusucikan bagi nama-Ku, ia itu akan Kubuang dari hadapan hadirat-Ku, dan orang Israelpun akan menjadi suatu perbahasan dan sindiran di antara segala bangsa.
Ratapan 5:18 (IDN) — "Oleh sebab bukit Sion yang sudah rusak, sehingga segala rubah berjalan di atasnya!"
Setting segera: Ratapan pasal ini muncul sebagai keluhan bangsa Israel atas kehancuran Yerusalem dan Bait Suci. Dalam konteks kelaparan, pengusiran, dan keruntuhan sosial, setiap gambaran menyiratkan kehilangan kemuliaan perjanjian, tempat ibadah, dan identitas umat. Ayat ini menegaskan betapa parahnya kerusakan fisik dan kehilangan tempat perlindungan rohani itu, sehingga bahkan hewan liar bebas menjelajah tempat yang dulunya kudus.
Apa yang diajarkan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan realitas bahwa konsekuensi dosa berujung pada kehilangan kemuliaan Tuhan yang sebelumnya melindungi dan memberkati. Ketika jalur perjanjian runtuh, umat tidak lagi melihat pemeliharaan ilahi dalam cara-cara yang biasa mereka alami. Meski begitu, Ratapan secara keseluruhan menunjukkan harapan bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya meski murka-Nya sedang dinyatakan — ada panggilan untuk kembali kepada Tuhan dan berbalik dari jalan-jalan yang mendatangkan malapetaka.
Baterai makna kata dan gambaran penting
– “Bukit Sion yang sudah rusak” menggambarkan kehancuran tempat pertemuan umat dengan Allah, bukan sekadar retak fisik. Sion mewakili kehadiran ilahi, perjanjian, dan doa umat. Rubah yang berjalan di atasnya melambangkan hilangnya batas suci dan kekacauan yang merajalela di tanah yang seharusnya dilindungi Allah.
Hubungan teologis dan lintas referensi
– Keluaran 19:5–6 menunjukkan bagaimana Israel diundang menjadi bangsa yang kudus melalui penjanjian dengan Tuhan; kehilangan Sion berarti hilangnya peluang itu buat sementara waktu.
– Yesaya 62:1–4 menggambarkan perubahan keadaan meskipun ada penantian keselamatan Tuhan atas Yerusalem; gambaran bangunan yang diruntuhkan menjadi sinonim bagi pekerjaan Tuhan yang baru kemudian diringkas dalam nubuat pemugaran.
– Mazmur 48:2–3 menguatkan tema kemuliaan kota Allah yang dinyatakan sebagai perlindungan bagi umat; ketika kota itu rusak, pembalasan dan penyesalan umat menjadi bagian dari respons doa.
Perujukan dari tokoh penafsir terhormat (kutipan singkat)
Matthew Henry menekankan bahwa Ratapan membongkar sisi manusia yang tidak berdaya ketika akibat dosa menimpa bangsanya, sambil menegaskan kebutuhan untuk kembali kepada Allah dalam kerendahan hati. Albert Barnes menyoroti bahwa kehancuran fisik mencerminkan kehancuran moral—jalan ketaatan telah tergantikan oleh jalan-jalan duniawi. Adam Clarke menegaskan bahwa gambaran kerusakan Sion memperlihatkan sesuatu yang lebih luas: kehendak Allah sedang dipakai untuk memurnikan umat melalui konteks menguji iman.
Kalimat kunci para penafsir (singkat)
“Bukit Sion yang sudah rusak” mengingatkan kita pada kehilangan perlindungan ilahi; kerobekan ini menjadi penanggung jawab atas tindakan makhluk hidup liar mengambil alih.
Cross-references dan hubungan hari ini
Aplikasi bagi pembaca masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehancuran bisa datang karena panjangnya ketidaktaatan, namun iman tidak berhenti pada puing-puing. Kita diajak untuk menilai kembali prioritas kita: di mana kita menaruh kepercayaan kita? Apakah kita menemukan perlindungan di dalam hubungan pribadi dengan Tuhan, lebih dari sekadar bangunan fisik atau tradisi? Dalam masa-masa kehilangan, kita dapat berpegang pada Allah yang setia, memohon pertolongan-Nya, dan berjalan dalam pertobatan untuk memperoleh pemulihan rohani yang lebih dalam.
Ringkasnya, Ratapan 5:18 menampilkan citra getir kehancuran fisik sebagai akibat dari kekeringan rohani, sambil membuka pintu bagi pemulihan melalui pertobatan dan kehadiran Allah yang tetap memelihara bagi mereka yang berbalik kepada-Nya.