Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 5:17 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 5:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka itulah sebabnya hati kami letih lesu, dan itulah sebabnya mata kamipun kaburlah!
Ratapan 5:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 5:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 1:5 (IDN) »
Apa guna kamu lagi disesah? niscaya kamu akan bertambah murtad; segenap kepala itu sakit dan segenap hatipun letih lesu.

Ayub 17:7 (IDN) »
Sebab itu mataku kabur oleh dukacita, dan segala anggotakupun seperti bayang-bayang.

Mazmur 6:7 (IDN) »
(6-8) Mataku terkikil oleh dukacita dan telah terbuntang oleh karena segala lawanku.
Ratapan 5:17 (IDN)
Rangkaian ratapan menggambarkan keadaan umat Israel setelah kegoncangan besar. Ayat ini menyoroti dampak batin yang menumpuk: hati yang letih lesu dan mata yang kabur. Dalam konteks pasal ini, penulis mengungkap kelelahan mendalam yang timbul dari penderitaan berkepanjangan, kehilangan harapan, dan perhatian yang terusik oleh kesulitan sehari-hari. Frasa "maka itulah sebabnya" menekankan bahwa keletihan jiwa bukan sekadar pelipasan fisik, melainkan akibat logis dari beban berat yang telah mereka pikul.
Makna teologis dan iman yang terkadang teruji
Ayah bangsa Israel berhadapan dengan realita kehilangan perlindungan dan kemelipatan pertanggungjawaban berupa hukuman ilahi. Meskipun begitu, Ratapan secara keseluruhan mengarahkan pembaca pada keandalan Allah di tengah kebingungan manusia. Kelelahan yang digambarkan di ayat ini menjadi wahana untuk menyadarkan umat akan kebutuhan akan pertolongan ilahi dan perpanjangan belas kasihan-Nya di tengah kondisi yang tampak tanpa harapan.
Istilah kunci dan gambaran gambar
Tafsiran para komentator terkemuka (singkat)
Para penafsir lama menekankan bahwa ratapan ini menambah limpahan kejujuran kitab Yeremia tentang hukuman dan pemulihan. Mereka melihat ayat ini sebagai pengakuan umat akan keadaan runtuhnya perjanjian dan perlunya pertolongan dari Allah untuk memperbarui hidup mereka. Kutipan singkat dari sumber-sumber klasik yang relevan dapat membantu pembaca memahami nuansa kelelahan batin dalam konteks hukum dan belas kasihan Allah.
Ayat-ayat terkait (singkat, tanpa menyalin teks penuh)
Alkitab memperlihatkan tema yang serupa di bagian lain tentang kelelahan rohani dan harapan pada pemulihan ilahi: - Janji pemulihan ketika umat bertobat (mis. ratapan tentang belas kasih Allah). - Seruan untuk mencari perlindungan pada Tuhan meski keadaan membingungkan. - Pengakuan bahwa hidup di dunia ini tidak bebas dari penderitaan, namun Allah tetap setia.
Hubungan dengan hidup kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kelelahan batin bisa datang karena beban dosa, cobaan, atau kemunduran sosial. Namun, kesadaran penuh akan keadaan kita dapat menjadi pintu bagi komunikasi yang lebih dekat dengan Tuhan. Dalam merenungkan keletihan, kita diajak untuk: - Mengakui kelelahan tanpa menutupinya. - Meminta pertolongan Tuhan untuk memberikan arah dan kekuatan. - Mengandalkan belas kasihan Allah yang tidak habis-habisnya pada saat kita tidak lagi mampu berjalan sendiri.
Saran praktis untuk pembaca masa kini
Imbal balik iman adalah kenyataan bahwa saat kita tidak mampu lagi, Allah tetap hadir. Ayat ini mengarahkan kita untuk menaruh harapan pada-Nya meski keadaan tampak suram, karena belas kasih-Nya tidak pernah pudar.
Rujukan silang singkat
− Mazmur yang menegaskan pertolongan Tuhan pada masa orang benar lelah. − Ulangan tentang keteguhan Tuhan meski umat mengalami kesulitan. − Ayat-ayat ratapan lain yang menuntun ke arah pemulihan dan pertobatan.