Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 18:1 Hakim-hakim 18:2 Hakim-hakim 18:3 Hakim-hakim 18:4 Hakim-hakim 18:5 Hakim-hakim 18:6 Hakim-hakim 18:7 Hakim-hakim 18:8 Hakim-hakim 18:9 Hakim-hakim 18:10 Hakim-hakim 18:11 Hakim-hakim 18:12 Hakim-hakim 18:13 Hakim-hakim 18:14 Hakim-hakim 18:15 Hakim-hakim 18:16 Hakim-hakim 18:17 Hakim-hakim 18:18 Hakim-hakim 18:19 Hakim-hakim 18:20 Hakim-hakim 18:21 Hakim-hakim 18:22 Hakim-hakim 18:23 Hakim-hakim 18:24 Hakim-hakim 18:25 Hakim-hakim 18:26 Hakim-hakim 18:27 Hakim-hakim 18:28 Hakim-hakim 18:29 Hakim-hakim 18:30 Hakim-hakim 18:31
Hakim-hakim 18:21 (IDN)
Mereka berpaling dari sana, lalu berjalan; ditaruhnya segala anak-anaknya dan segala binatangnya serta segala harta bendanya pada hulunya.
Setting segera pada ayat
Ayat ini muncul dalam kisah plunder suku Dan yang mencari kemakmuran dengan cara yang serampangan. Setelah mengambil wilayah milik orang lain, para penyusup menyusun rencana untuk menutup jalan mundur dengan membawa semua yang mereka miliki—anak-anak, ternak, harta—ke dalam pelarian yang gelap. Gambaran ini menyoroti bagaimana kecurigaan, kelicikan, dan keserakahan memerintahkan tindakan mereka, meski konsekuensinya membebani jiwa mereka sendiri dan sesama.
Pelajaran tentang Tuhan dan iman
Ayat ini memperlihatkan kekuatan kedaulatan Tuhan yang memantapkan kehendak-Nya di tengah manusia yang berbuat jahat. Meski manusia memilih jalan licik untuk mencapai tujuan, rencana Tuhan tetap berlanjut. Dalam konteks Hakim-hakim, kemerosotan moral sering menggambarkan kebutuhan umat akan pemulihan melalui pewaris pengharapan ilahi. Ketika nabi atau pemimpin manusia gagal menuntun umat ke jalan benar, Allah tetap aktif membimbing meskipun melalui tindakan yang penuh konsekuensi bagi diri sendiri.
Pemahaman kata dan gambaran
Frasa "ditaruhnya segala anak-anaknya dan segala binatangnya dan segala harta bendanya pada hulunya" menekankan keamanan diri yang setia bagi pelaku: perlindungan, kendali, dan kenyamanan bagi dirinya sendiri saat melarikan diri. Namun, konteks kembalinya ke wilayah asal sering menuntun pada perpecahan komunitas dan kehilangan hak-hak moral. Perhatikan juga penggunaan kata-kata seperti "hulunya" yang menunjukkan upaya menjaga harta bendanya meski dengan cara yang tidak layak.
Cross-references (singkat)
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini menegaskan bahwa tindakan licik manusia membawa konsekuensi bagi diri sendiri serta komunitas, sementara Allah tetap mengarahkan umat menuju pertobatan dan pemulihan.
Rujukan singkat dari para komentator publik domain
Matthew Henry menekankan bahwa kejahatan ditegakkan atas keegoisan manusia, dan Allah memaparkan kejatuhan moral melalui jalan yang tampak logis bagi pelaku. Albert Barnes menunjukkan bagaimana tindakan perlindungan diri secara ekstrem mengungkap kehendak dosa yang merusak. Adam Clarke menegaskan bahwa meskipun rencana manusia berjalan, Allah tetap bertindak untuk mengungkap kebenaran dan menjalankan hukuman yang diperlukan. (Quotations are inline summaries; tidak ada kutipan panjang.)
Penerapan bagi kehidupan sehari-hari
Inti pesan
Kisah ini mengingatkan bahwa keberanian kita tidak boleh disalahgunakan untuk merampas hak orang lain. Allah menuntun umat untuk hidup dengan adil dan benar, meski jalan kita sendiri cenderung menyeberang ke arah egois. Pertobatan dan pemulihan tetap diperlukan agar komunitas menikmati damai di dalam tuntunan Allah.