Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 15:1 Hakim-hakim 15:2 Hakim-hakim 15:3 Hakim-hakim 15:4 Hakim-hakim 15:5 Hakim-hakim 15:6 Hakim-hakim 15:7 Hakim-hakim 15:8 Hakim-hakim 15:9 Hakim-hakim 15:10 Hakim-hakim 15:11 Hakim-hakim 15:12 Hakim-hakim 15:13 Hakim-hakim 15:14 Hakim-hakim 15:15 Hakim-hakim 15:16 Hakim-hakim 15:17 Hakim-hakim 15:18 Hakim-hakim 15:19 Hakim-hakim 15:20



Makna Ayat Hakim-hakim 15:14 (IDN)
Inti ayat ini adalah tentang momen pembebasan nyata yang datang ketika Roh Tuhan berkuasa atas Simson. Penggumulan antara ketegangan manusia (kemarahan, rasa dendam) dengan kuasa ilahi menunjukkan bahwa keselamatan umat jarang terjadi melalui kekuatan manusia saja, melainkan melalui kehadiran ilahi yang melipatgandakan kekuatan yang tampaknya lemah.
Latar belakang konteks
Sebelum ayat ini, Simson menghadapi para Filistin akibat pengkhianatan Delilah dan pergumulan pribadi. Dalam episode Lekhi, Simson menghadapi pertempuran dengan pengikat yang mengikatnya. Pada saat itu, orang Filistin bersorak karena mereka mengira ia tidak lagi memiliki kekuatan. Namun Roh Tuhan turun atas Simson, dan ikatan-ikatan itu hancur. Adegan ini menegaskan tema alkitabiah bahwa kuasa ilahi dapat mengatasi pembatasan manusia dan situasi kelam yang tampak mustahil.
Observasi interpretatif kunci
Ringkasan tematik
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat menurut para pakar berurutan (tanpa kutipan panjang)
Para komentator kelas publik domain menekankan bahwa tindakan Tuhan melalui Roh-Nya sering terjadi di saat kita merasa tertindas atau terikat. Henry menonjolkan kasih karunia yang menyapu kendali manusia; Barnes menekankan realitas bahwa keselamatan tidak bergantung pada alat-alat manusia melainkan kehadiran ilahi; Clarke menekankan keajaiban yang mematahkan pembatas—bahwa simbolik tali-tali adalah gambaran keterikatan yang dipecahkan oleh kuasa Tuhan. Ringkasnya, ayat ini mengajak pembaca untuk menaruh harap pada penyertaan Tuhan dalam kelemahan kita dan menantikan pembebasan ilahi pada saat yang paling tidak terduga.
Terapannya bagi hidup iman