Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yosua 22:1 Yosua 22:2 Yosua 22:3 Yosua 22:4 Yosua 22:5 Yosua 22:6 Yosua 22:7 Yosua 22:8 Yosua 22:9 Yosua 22:10 Yosua 22:11 Yosua 22:12 Yosua 22:13 Yosua 22:14 Yosua 22:15 Yosua 22:16 Yosua 22:17 Yosua 22:18 Yosua 22:19 Yosua 22:20 Yosua 22:21 Yosua 22:22 Yosua 22:23 Yosua 22:24 Yosua 22:25 Yosua 22:26 Yosua 22:27 Yosua 22:28 Yosua 22:29 Yosua 22:30 Yosua 22:31 Yosua 22:32 Yosua 22:33 Yosua 22:34



Yosua 22:6 (IDN) — “Maka Yusak pun memberilah berkat akan mereka itu, lalu dilepaskannya mereka itu pergi, maka pulanglah mereka itu ke kemah-kemahnya.”
Setting segera: Setelah peristiwa saling seru antara suku-suku Israel dan suku-suku Manasye tentang tempat ibadah di pihak timur sungai Yordan, Yosua memanggil suku Manasye, Efraim, dan sebagian rumpun suku-Ruben yang menempati wilayah sebelah timur. Mereka menegaskan kesetiaan kepada Tuhan meskipun ada perbedaan tempat ibadah. Yosua menegaskan persetujuan dan berkat atas tindakan mereka, lalu mereka diizinkan pulang ke kemah-kemah mereka.
Konteks teologis: apa yang dikatakan teks tentang Allah dan iman
Teks ini menegaskan ketaatan pemimpin Israel terhadap Tuhan dan pentingnya menjaga kesatuan ibadah. Allah tidak memihak pada kemurnian ritual semata, tetapi pada setia dan tetap berpegang pada perjanjian-Nya. Yosua merangkum komitmen bersama sebagai landasan keamanan bangsa: firman Tuhan membangun identitas Israel, dan anugerah-hikmat-Nya memelihara mereka ketika mereka mengikuti jalan-Nya.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Beberapa lintasan terkait memberi konteks: - Referensi kepada perjanjian Tuhan dengan Israel mengingatkan pada Keluaran 19–24 bagaimana hukum dan kehadiran-Nya membentuk komunitas umat-Nya. - Kisah pemantapan persatuan ibadah menunjukkan bahwa Allah menghargai kesetiaan hati lebih dari lokasi ritual semata (1 Raja-raja 8; 2 Tawarikh 6). - Dalam konteks pembagian tanah, keutuhan perjanjian Allah tetap terpelihara meski ada variasi tempat ibadah, menyiapkan pembacaan tentang pusat ibadah yang lebih luas daripada satu tempat tunggal.
Rujukan silang yang relevan
Intinya, Yosua 22:6 menegaskan saling penguatan dan berkat sebagai bagian dari menjaga kesetiaan Allah. Kepemimpinan rohani menuntun umat menuju harmonisasi iman meski ritus dan tempat ibadah bisa beragam; yang terpenting adalah Tuhan menyertai dan umat hidup dalam ketaatan perjanjian-Nya.
Aplikasi untuk kehidupan iman hari ini
Quotations: Sedapat mungkin menuliskan wawasan para komentator publik domain secara ringkas. Pengguna dapat menimbang bagian berikut sebagai gambaran umum: “Berbakti kepada Tuhan melampaui letak tempat ibadah,” demikian gambaran umum yang sering diangkat oleh para komentator klasik. Anda akan menemukan pola serupa dalam pandangan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke yang menekankan kesetiaan hati dan kehendak Tuhan sebagai inti iman.
Catatan singkat dari sumber katsara (ringkas): Matthew Henry menyoroti pentingnya persatuan umat dan kasih terhadap saudara seiman dalam konteks tempat ibadah. Albert Barnes menekankan bahwa hakikat ibadah adalah ketaatan kepada Tuhan. Adam Clarke mengingatkan bahwa pemimpin memberi arahan yang meneguhkan iman umat. Ketiganya sepakat bahwa lokasi tidak menggantikan relasi umat dengan Allah.