Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yosua 18:1 Yosua 18:2 Yosua 18:3 Yosua 18:4 Yosua 18:5 Yosua 18:6 Yosua 18:7 Yosua 18:8 Yosua 18:9 Yosua 18:10 Yosua 18:11 Yosua 18:12 Yosua 18:13 Yosua 18:14 Yosua 18:15 Yosua 18:16 Yosua 18:17 Yosua 18:18 Yosua 18:19 Yosua 18:20 Yosua 18:21 Yosua 18:22 Yosua 18:23 Yosua 18:24 Yosua 18:25 Yosua 18:26 Yosua 18:27 Yosua 18:28

Konteks seketika Yosua 18:23 (IDN)
Ayat ini berada dalam bagian pembagian tanah kepada suku-suku Israel. Setelah pembagian tujuh suku terakhir belum selesai, Yosua memimpin pengukuran wilayah suku-suku yang belum memperoleh hak milik tanah mereka. Ayat 23 menyebut tiga nama tempat: Haawin, Hapara, dan Ofera, yang akan menjadi bagian dari pewarisan suku Benyamin.
Apa yang dipahami teks ini tentang Allah dan iman
Teks ini menegaskan bahwa Tuhan menjaga keadilan pembagian warisan bagi umat-Nya. Allah tidak membiarkan satu suku pun terabaikan; dalam ritus pembagian tanah, semua umat-Nya diperhatikan secara teratur dan terperinci. Ini juga menunjukkan ketepatan rencana Allah atas komunitas-Nya: masing-masing daerah ditetapkan dengan jelas sesuai kehendak-Nya, sehingga bangsa Israel hidup dalam keteraturan dan pemeliharaan-Nya.
Istilah dan gambaran penting
Haawin, Hapara, dan Ofera adalah tempat-tempat wilayah kecil yang menjadi bagian suku Benyamin. Gambaran ini menekankan bahwa pemeliharaan Tuhan meliputi hal-hal kecil sekalipun: nama-nama tempat, batas wilayah, dan hak milik pribadi. Pembagian tanah bukan sekadar akumulasi peta, melainkan penataan kehidupan komunitas yang didasarkan pada perjanjian dengan Allah.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Rujukan singkat dari para komentator publik-domain
Dalam gaya penafsiran klasik, para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pembagian tanah menunjukkan keadilan Allah dan kesetiaan-Nya terhadap perjanjian. Mereka menyoroti bahwa rinciasi wilayah mengajar umat tentang tanggung jawab pribadi dalam komunitas serta bagaimana Tuhan menyediakan kebutuhan secara terarah. Jika ada kutipan singkat yang relevan dari mereka, Anda akan melihatnya sebagai bagian dari penjelasan umum di bagian komentar terikat.
Kaitan dengan penerapan pada masa kini
Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya keteraturan dan perhatian terhadap hak hidup orang lain dalam komunitas kita. Allah mengatur detail agar tidak ada yang terabaikan; demikian juga kita dipanggil mengelola sumber daya, janji, dan tanggung jawab dengan adil. Dalam konteks gereja atau komunitas, kita bisa belajar menata persekutuan, pembagian tugas, dan pemeliharaan hubungan secara teliti dan penuh kasih.
Pendekatan praktis bagi pembaca masa kini
Penafsiran singkat: Ayat ini menegaskan bahwa pemeliharaan Allah meluas ke hal-hal kecil—bahkan nama-nama tempat—untuk menyatakan kesetiaan-Nya atas umat-Nya. Pembagian tanah mengilhami iman bahwa hidup berkelompok membutuhkan keadilan, tanggung jawab, dan ketelitian dalam mengelola berkat yang Tuhan berikan.
Cross references: Ulangan 19:3; Bilangan 34:19–24; Imamat 25 (peringatan tentang keadilan hukum dan hak milik).
Ayat terkait: Haawin dan Hapara dan Ofera menandai bagian praktis; tidak ada potongan teks lengkap di sini, tetapi pengenalannya membantu memahami tatanan pemilikan tanah dalam janji Allah.