Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 12:4 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 12:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi perhinggaan tanah Og, raja Bazan, dari pada peninggal orang Refai, yang duduk di Astarot dan di Ederei,
Yosua 12:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 12:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 1:4 (IDN) »
Kemudian dari pada dialahkannya Sihon, raja orang Amori, yang duduk di Hezbon, dan akan Og, raja Bazan, yang duduk dalam Astarot di tanah Ederei,

Bilangan 21:33 (IDN) »
Setelah itu maka berbaliklah mereka itu pula, lalu menuju jalan ke Bazan, maka Og, raja Bazan itu, keluar mendatangi mereka itu serta dengan segala rakyatnya, hendak berperang dengan mereka di Ederei.

Ulangan 3:10 (IDN) »
Segala negeri di tanah datar dan seluruh Gilead dan seluruh Bazan sampai ke Salkha dan Ederei, negeri-negeri kerajaan Og di Bazan.
Yosua 12:4 (IDN) — Ringkasan dan Renungan
Pats }ayat ini berada dalam daftar bangsa-bangsa yang ditaklukkan Israel di bawah kepemimpinan Yosua. Ayatnya menyebutkan pernghiraan (perhinggaan) tanah Og, raja Bazan, sebagai bagian dari peninggalan suku-suku Refaim yang tinggal di wilayah dekat Astarot dan Edrei. Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan membagikan kemenangan kepada bangsa Israel dengan menghapus musuh-musuh besar, termasuk raja-raja yang berposisi kuat di tanah yang berpenduduk.\p
Ayat dalam konteks pasal
Pasal ini membangun daftar pertempuran yang dimenangkan Israel, menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melalui pemimpin terpilih untuk mengalahkan raja-raja di tanah Kanaan. Og, raja Bazan, disebut sebagai peninggalan Refai, menyoroti ketahanan musuh yang besar sebelum umat Israel masuk ke tanah perjanjian penuh. Dalam konteks kitab Yosua, fokusnya pada pembagian tanah dan pemanfaatan kemenangan sebagai landasan bagi warisan suku-suku.
Pelajaran rohani utama
Wawasan dari penafsir kuno yang terkemuka
Beberapa penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kemenangan ini menunjukkan keandalan Tuhan dalam melaksanakan rencana-Nya bagi umat-Nya, serta menguatkan motif iman bahwa keberhasilan militer Israel adalah bagian dari rencana penyelamatan historis.
Catatan singkat: Henry menekankan bahwa kemenangan bukan karena kepandaian manusia, tetapi karena tangan Tuhan yang bekerja untuk memperkuat umat-Nya. Barnes menyoroti perlunya umat Tuhan menjaga ketundukan kepada Allah pasca-kemenangan. Clarke menegaskan bahwa daftar raja-raja yang ditaklukkan menggambarkan pemisahan antara bangsa-bangsa yang menentang Tuhan dan umat perjanjian-Nya.
Referensi silang yang relevan
– Yakub 11:20-21 (tentang kepastian Tuhan dalam membiakkan kemenangan bagi orang benar).
– Ulangan 1:34-36 (perubahan peluang ketika Tuhan memegang panji kemenangan).
– Hakim-hakimm 5:21 (kemenangan yang diberikan Tuhan di medan perang).
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan ini membantu memahami bahwa kemenangan dalam Yosua tidak semata urusan manusia, melainkan respon terhadap kesetiaan Tuhan serta syarat ketaatan umat-Nya terhadap hukum-Nya.
Aplikasi praktis bagi pembaca modern
Inti rangkuman
Yosua 12:4 menegaskan bahwa Tuhan secara aktif membatasi dan menaklukkan lawan-lawan Israel sebagai bagian dari rencana-Nya. Dalam pandangan teologis, kemenangan ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan contoh bagaimana umat Allah hidup dalam kepercayaan kepada-Nya, mengakui bahwa semua kemegahan di atas bumi berada di bawah kendali-Nya.