Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 8:5 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 8:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa lembumu muda, hai Samaria, itulah barang yang keji; murka-Ku bernyala-nyala akan mereka itu; berapa lama kiranya sudah tiada mereka itu terbaiki?
Hosea 8:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 8:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 10:5 (IDN) »
Dari karena lembu muda di Bait-Awen maka kepicikanlah segala orang isi Samaria; sebab ia itu sudah dibawa lalu dari padanya, meskipun bangsanya meratapi dia meskipun segala imamnya berarak kelilingnya dengan kemuliaan.

Yeremia 13:27 (IDN) »
Bahwa segala zinahmu dan segala keinginanmu dan persundalanmu yang keji di atas segala bukit dan pada segala padang, segala perbuatanmu yang kebencian itu sudah Kulihat. Wai bagimu, hai Yeruzalem! berapa lama lagi sebelum engkau menjadi tahir?

Amsal 1:22 (IDN) »
Berapa lamakah, hai orang bodoh! kamu suka akan kebodohan, dan orang pengolok itu suka akan olok-olok dan orang ahmak itu benci akan pengetahuan?
Hosea 8:5 (IDN) — Makna utama dan dampaknya bagi iman hari ini
Inti interpretatif ayat ini menegaskan penyalahgunaan kepercayaan bangsa Israel terhadap samudera kesalehan ritual tanpa buah pertobatan konkret. Hosea menuduh lembu muda Samaria, simbol ketidaksetiaan nasional yang mengabaikan peringatan Tuhan, dan menegaskan murka-Nya yang membara karena mereka telah menolak pemulihan. Ayat ini mengajak pembaca mempertimbangkan apakah hidup kita menunjukkan ketaatan yang hidup kepada Tuhan atau hanya upacara kosong yang meniadakan buah kasih dan keadilan.
Konteks literari
Dalam kitab Hosea, pesan nabi berpusat pada perwujudan Israel yang memberontak. Kiasan lembu emas/ lembu muda yang disebut di sini mengacu pada kesalehan buatan manusia (idola atau praksis yang dianggap “amannya” tanpa kepatuhan kepada Allah). Hosea mengecam pola mengandalkan ritual tanpa perubahan hati, yang berujung pada murka ilahi. Seruan “berapa lama kiranya sudah tiada mereka itu terbaiki?” menekankan ketekunan Tuhan dalam mengajar umat-Nya melalui konsekuensi dari ketidaktaatan mereka.
Signifikansi teologis
Ayat ini menyoroti tema kekudusan Tuhan dan tanggung jawab nabi untuk mengingatkan umat-Nya bahwa hubungan dengan Allah tidak dapat dipertahankan melalui simbol-simbol kosong. Allah menuntut buah pertobatan, keadilan, dan ketaatan yang nyata. Ketika umat menaruh harapan pada lembu muda sebagai “pelindung” dari amarah-Nya, mereka sesat; murka Allah menjadi realitas karena ketidakmauan berubah arah.
Rujukan silang yang relevan
Penekanan yang sama pada hakikat ibadah yaitu hidup dalam ketaatan, kasih, dan keadilan, terpantul dalam kedua teks tersebut.
Pertanyaan refleksi
Konteks penutup dan pemulihan
Kaba yang tegas ini mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan tidak menutup mata pada ketidaktaatan. Namun, panggilan Hosea adalah untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan dengan hati yang rendah hati. Ketaatan yang lahir dari iman menghasilkan buah yang memuliakan Allah dan membawa damai bagi komunitas.
Cuplikan pemikiran tokoh berpendapat
Beberapa komentator berpendapat bahwa ancaman murka di ayat ini menekankan bahwa Tuhan tidak bersedia menerima reformasi palsu. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan kepada dosa dan kasih Allah yang menuntun menuju pemulihan. Dalam karya para komentator publik domain seperti Matthew Henry dan Adam Clarke, terdapat penekanan bahwa ibadah tanpa perubahan batin adalah sebuah penipuan, meskipun ritualnya teratur.
Kesimpulan singkat
Hosea 8:5 menegaskan bahwa Tuhan menuntut pertobatan yang nyata, bukan ritus semata. Lembumu muda Samaria menjadi simbol penyimpangan dari hubungan setia dengan Allah. Relevansinya bagi kita adalah menilai sejauh mana hidup kita mencerminkan ketaatan yang hidup, adil, dan penuh kasih—bukan sekadar upacara yang tampak religius.