Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 13:3 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 13:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu sekarang mereka itu seperti sebuah awan pada waktu fajar dan seperti air embun pada pagi hari, yang lenyap seperti sekam, yang diterbangkan oleh angin ribut dari tempat pengirik dan seperti asap, yang naik dari dalam lubang dapur.
Hosea 13:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 13:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 6:4 (IDN) »
Apa yang patut Kuperbuat akan dikau, hai Efrayim! apakah yang patut Kuperbuat akan dikau, hai Yehuda! tegal kebajikanmu seperti awan pada waktu fajar serta lenyap seperti embun pada pagi hari.

Mazmur 68:2 (IDN) »
(68-3) Seperti lesap asap demikianpun Engkau akan melesapkan mereka itu, dan seperti lilin hancur meleleh di atas api, demikianpun orang fasik binasa di hadapan hadirat Allah.

Mazmur 1:4 (IDN) »
Adapun orang fasik itu bukannya demikian, melainkan adalah mereka itu seperti sekam yang dilayangkan oleh angin.
Hosea 13:3 (IDN) — Lalu mereka lenyap seperti awan dan embun
Ayat ini menampilkan peringatan yang menegangkan terhadap kemunafikan Israel: mereka berbalik dari Allah dan menyerahkan diri pada keinginan sendiri, sehingga kehadiran Ilahi tidak lagi menonjol di antara mereka. Perumpamaan awan pagi, embun, sekam yang diterbangkan angin, dan asap dari dapur menggambarkan kefanaan, ketidakstabilan, dan hilangnya kendali. Mereka yang dulu mengaitkan diri dengan Allah kini berada dalam keadaan yang mudah lenyap karena mereka tidak berakar pada Tuhan yang setia.
Pandangan inti tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa Allah melihat kedalaman hati manusia. Ketidaksetiaan Israel berujung pada keruntuhan segera karena Allah tidak menjadi fondasi hidup mereka. Penggambaran ini juga menekankan bahwa keputusan manusia yang berpaling dari Tuhan membawa konsekuensi kehilangan pengaruh ilahi dalam kehidupan mereka.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi memperlihatkan pola: kemunafikan manusia mendapat perhatian Ilahi, dan Allah bertindak dengan keadilan serta pemulihan yang berakar pada pertobatan.
Pengajaran Aplikasi untuk masa kini
Ayat ini mengingatkan kita agar tidak hanya menampilkan wujud religius di luar namun kehilangan inti iman yang berakar pada Allah. Hidup yang rapuh, tanpa komitmen berkelanjutan kepada Tuhan, dapat lenyap seperti embun di pagi hari. Bersandar pada Tuhan, beroleh pengaruh-Nya dalam pekerjaan, keluarga, dan komunitas, adalah pelestarian hidup yang abadi. Kehidupan kita perlu bukti nyata: setia dalam doa, integritas di tempat kerja, dan kasih yang berfungsi membangun sesama.
Gagasan ringkas dari tokoh komentar klasik
Ringkasan singkat gaya para komentator publik domain: Matthew Henry menekankan bahwa kemunafikan menipu diri sendiri hingga Allah tidak lagi dikenali dalam kehidupan. Albert Barnes menyoroti kebiasaan umat yang beralih pada hal-hal seketika, sedangkan Adam Clarke menegaskan bahwa firman Allah yang benar membawa pertobatan dan transformasi yang menetap. Ketiga pandangan ini sejalan dalam menekankan bahwa ketergantungan pada Tuhan adalah satu-satunya kestabilan hidup di tengah godaan dunia.