Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 13:2 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 13:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekarang dipertambahkannya pula dengan dosa, di perbuatkannya patung tuangan akan dirinya dari pada peraknya, sekadar akal yang ada padanya, semuanya patung perbuatan tukang yang pandai; maka patut kata orang akan halnya demikian: Barangsiapa yang berbakti kepada lembu muda, tak dapat tiada ia mempersembahkan manusia kelak akan korban!
Hosea 13:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 13:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 44:17 (IDN) »
Maka dari pada lebihnya diperbuatkannya suatu berhala, yaitu suatu patung, lalu iapun menyembah kepadanya dan sujud kepadanya dan meminta doa kepadanya sambil sembahnya: Tolong apalah akan daku, karena engkau juga ilahku!

1 Raja-raja 19:18 (IDN) »
Lagipun dengan kehendak-Ku juga tinggal lagi di antara orang Israel tujuh ribu orang, semuanya lutut yang belum tahu bertelut di hadapan Baal dan semuanya mulut yang belum pernah mengecupi dia!

Yesaya 46:6 (IDN) »
Bahwa mereka itu memboroskan emas dari dalam pundi-pundi serta menimbang perak dengan neraca; mereka itu mengupah pandai emas, yang memperbuat seekor berhala dari padanya, lalu mereka itu tunduk dan menyembah sujud kepadanya!
Inti Interpretatif: Bahwa umat Israel menambah dosa dengan menyembah patung buatan sendiri
Ayat Hosea 13:2 dalam bahasa Indonesia menegaskan bahwa penyembahan berhala tak berhenti pada pemujaan leluasa terhadap lembu tuangan, tetapi berkembang menjadi praktik yang lebih keji, bahkan melibatkan persembahan manusia. Ayat ini menyoroti keterlaluan hati yang menolak Allah dan mengganti-Nya dengan patung perak buatan tukang, sebagai konsekuensi dari penolakan akan kebenaran ilahi.
Konteks Sastra
Dalam Kitab Hosea, pesan Allah melalui nabi Hosea menyoroti kekacauan iman umat Israel karena mereka telah menyeleweng dari perjanjian-Nya. Bab ini menegaskan bahwa pemberontakan beranak dari kebingungan spiritual dan penyembahan berhala mengakibatkan pemutusan hubungan dengan Tuhan. Patung berhala bukan sekadar benda; ia melambangkan hati yang menolak kebenaran Allah dan memilih jalan sendiri. Ayat ini menyingkapkan dampak yang jarang dibicarakan: keturunan dosa yang berkembang menjadi praktik ritual yang melibatkan tindakan yang menormalisasi kebejatan moral.
Kedalaman Teologis
Pemazmuran berhala sebagai “patung perbuatan tukang” menunjukkan bahwa penyembahan dibuat-mesin sendiri mengakibatkan hilangnya cara hidup yang berkenan kepada Allah. Allah menginginkan hati yang hidup, bukan sekadar ibadah lahiriah melalui benda-benda buatan. Ketidaksetiaan Israel, menurut Hosea, menampakkan konsekuensi etis: ketika manusia menyerahkan dirinya pada patung, mereka mudah mengabaikan takhta Allah dan terjebak pada praktik kufur yang merugikan sesama.
Integrasi dengan Penulisan Kuno
Beberapa tokoh komentar gereja periode terdahulu menekankan bahwa Hosea menyingkap pola: dosa bertambah ketika penolakan terhadap Tuhan diiringi kecenderungan untuk menggantikan-Nya dengan benda fana. Para penafsir Josephus tidak secara langsung menulis di sini, tetapi para penafsir berpendapat bahwa peringatan ini menyoroti bahaya menyamakan keilahian dengan materi. Dalam tradisi komentar publik domain, hal serupa diuraikan bahwa kebiasaan membuat patung berbalik pada penghormatan kepada manusia dan kehendak Allah.
Referensi Komentar Klasik (ringkas)
Beberapa pandangan bersejarah menyimak ayat ini dengan fokus pada konsekuensi penyembahan berhala: (1) bahwa patung adalah hasil kerja manusia, namun dipahami sebagai alat pemindahan ibadah dari Tuhan ke ciptaan; (2) bahwa pada derajat tertentu, penyembahan pada lembu muda merongrong martabat manusia secara moral; (3) bahwa konsekuensi akhirnya adalah korupsi nilai dan pengkhianatan terhadap firman Allah.
Referensi Silang
Pertautan ini membantu memahami bahwa hati manusia yang menolak Allah akan mencari tanda-tanda keberadaan ilahi dalam gambaran-gambaran yang nyata di dunia materi, padahal Allah memerintahkan ketaatan hati.
Pertanyaan Reflektif
Penutup Aplikasi
Ayat ini mengingatkan kita bahwa penolakan kepada Tuhan tidak berhenti pada ketidakpercayaan, melainkan merambah pada hampir semua bidang kehidupan ketika kita memilih alat, simbol, atau kekayaan sebagai tujuan keamanan batin. Allah memanggil kita untuk menaruh kepercayaan dan pelayanan kepada-Nya saja, dengan hati yang setia dan taat. Ketahuilah bahwa penyembahan sejati tidak memerlukan patung; ia memerlukan hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan dalam kerja, kasih, dan kebenaran.
Quotations: “Barangsiapa yang berbakti kepada lembu muda, tak dapat tiada ia mempersembahkan manusia kelak akan korban!” (Hosea 13:2)