Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 13:13 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 13:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Penyakit datang atasnya seperti atas perempuan yang hendak beranak; bahwa ialah seperti anak yang tiada berbudi, apabila genaplah harinya tiada diberinya dirinya diperanakkan.
Hosea 13:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 13:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 37:3 (IDN) »
maka kata mereka itu kepadanya: Demikianlah titah raja Hizkia: Bahwa hari inilah hari kesukaran dan siksa dan kecelaan, karena anak-anak hampir akan keluar, tetapi tiadalah kuat akan beranak.

Yesaya 13:8 (IDN) »
mereka itu akan terkejut; kesukaran dan kesakitan datang atas mereka itu; mereka itu akan meranggut seperti seorang perempuan yang sakit beranak; seorang memandang akan seorang dengan tercengang-cengang dan muka mereka itu merah seperti nyala api.

Yesaya 26:17 (IDN) »
Seperti seorang perempuan yang mengandung apabila hampir ketikanya akan beranak ia menyakiti dan berteriak dalam sakitnya, demikianlah hal kamipun, ya Tuhan! dari sebab murka-Mu.
Hosea 13:13 (IDN) — Ringkasan dan Tafsiran
Ayat ini muncul dalam konteks Hosea yang menggambarkan kejatuhan Israel karena ketidak setiaan rohaninya. Penggambaran mengenai penyakit yang datang seperti persalinan seorang perempuan menunjukkan beban akibat dosa yang menumpuk, dengan gambaran bahwa waktu kelahiran adalah pembawa kebenaran maupun sanksi atas keingkaran mereka. Yeremia dan para nabi lain juga menggunakan bahasa kelahiran dan kontraksi antara harapan dan penderitaan untuk menegaskan bahwa Allah menuntut pertobatan; jika tidak, konsekuensinya akan datang dengan intensitas yang tidak terduga.
Ayat ini mengekspresikan bagaimana murka ilahi menimpa umat yang tegar menolak peringatan Allah. “Penyakit datang atasnya seperti atas perempuan yang hendak beranak” menyiratkan rasa sakit yang datang mendadak dan berat sebagai akibat ketidaktaatan, tetapi juga menunjukkan bahwa penderitaan itu dapat dipahami sebagai bentuk pemurnian ilahi sebelum pemulihan jika ada pertobatan. Dalam konteks Hosea, Allah mengingatkan bahwa ketidaksetiaan menuntun pada keruntuhan, meskipun dihadapkan dengan masa-masa harapan akan belas kasih-Nya.
Cross-reference singkat: - Mik 6:9-10 menekankan bahwa keadilan Allah akan membawa peringatan yang jelas bagi umat yang menyeleweng. - Yes 38:1-8 menunjukkan bagaimana Allah mengizinkan penyakit sebagai bagian dari panggilan untuk kembali kepada-Nya. Penafsiran Hosea menekankan bahwa tindakan Allah, meskipun keras, bertujuan membawa umat kembali kepada perjanjian-Nya.
Bagaimana kita merespons ketika penyakit atau kesulitan datang? Tafsiran ini mengajak untuk melihatnya sebagai alarm kasih Allah, bukan sekadar hukuman. Pertobatan yang tulus, ketaatan yang diperbarui, dan seruan pada iman kepada Allah dapat menjadi bagian dari pemulihan pribadi dan komunitas. Kita diajak merendahkan hati, mengakui dosa, dan bergantung pada kasih-Nya yang penuh belas kasihan.
Hosea 13:13 menyatakan bahwa murka Allah datang melalui penderitaan yang kuat, sebagai peringatan atas ketidaktaatan Israel. Namun di balik kerasnya hukuman, ada panggilan untuk pertobatan dan pemulihan dalam kasih-Nya. Penderitaan ini berfungsi sebagai alat pemurnian yang mengajak umat kembali kepada perjanjian-Nya.
Beberapa penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa gambaran kelahiran ini mengilustrasikan keaktifan Allah dalam menyampaikan peringatan, serta harapan akan pemulihan bagi umat yang menujukan hati kepada-Nya. Mereka menegaskan bahwa meskipun hukuman nyata, Allah tidak melepaskan kesempatan untuk pertobatan dan kasih-Nya yang menyelamatkan. Perkataan yang relevan dari para komentator klasik menyoroti sifat Allah yang adil namun penuh belas kasihan terhadap umat yang bertobat.
Kaitan singkat dengan tokoh komentar klasik: - Henry, Barnes, Clarke menekankan bahwa petaka bisa menjadi tanda kasih Allah untuk membentuk kembali kehidupan umat.